Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Polisi Dalami Temuan Obat dan Buku Diary di Kamar Kos Dokter Muda PPDS Anestesi Undip yang Meninggal Bunuh Diri

Muhammad Hariyanto • Jumat, 16 Agustus 2024 | 04:05 WIB
Polisi melakukan olah TKP kamar mahasiswi PPDS Anestesi Undip yang diduga bunuh diri. (M Hariyanto/Jawa Pos Radar Semarang)
Polisi melakukan olah TKP kamar mahasiswi PPDS Anestesi Undip yang diduga bunuh diri. (M Hariyanto/Jawa Pos Radar Semarang)

 

RADARSEMARANG.ID, Semarang - Satreskrim Polrestabes Semarang masih terus berupaya mengungkap motif kaitannya mahasiswi PPDS Anestesi Undip yang ditemukan meninggal bunuh diri di kamar kos di Lempongsari, Kecamatan Gajahmungkur, Senin (12/8/2024) malam.

Kasatreskrim Polrestabes Semarang, Kompol Andika Dharma Sena mengungkapkan berencana akan memanggil pihak orang tua korban, terkait kejadian bunuh diri yang dialami putrinya. Termasuk juga rekan-rekan dekat korban.

"Sampai saat ini kita kan dari ibu korban blm bisa diambil keterangan. Nanti kita jadwalkan. Termasuk juga nanti langkah kedepan akan klarifikasi rekan kerja korban," ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Semarang, Kamis (15/8/2024).

"Kalau sampai saat ini (yang diperiksa) pemilik kos, ada juga nanti rekan kerja.
Sekarang fokus TKP dulu. Ada beberapa bukti yang akan kita dalami seperti CCTV dan lainnya," sambungnya.

Hasil olah TKP, kepolisian juga menemukan buku Diary hingga obat-obatan di kamar kos korban.

Kasatreskrim menyampaikan, akan melakukan pendalaman dan penyelidikan mengenai motif korban nekat bunuh diri.

"Ya kita lihat kita baca dan singkronkan apakah benar dengan yg diinikan korban.
Ada obat obatan yg perlu kami dalami. Sakit apa yang bersangkutan," jelasnya.

Menanggapi dalam buku Diary terdapat curhatan terkait adanya dugaan bullying, Kasatreskrim tidak menjelaskan secara detail.

Pihaknya, menyampaikan adanya persoalan yang diduga terkait pembelajaran yang sedang diikuti.

"Dilihat terkait ini aja sih agak berat lah, terkait pelajarannya, mungkin seperti apa dalam perkuliahan dia. Sesuai yang disampaikan oleh undip, yang bersangkutan kan beasiswa, beberapa kali ingin keluar. Cuma karena ada biaya yg harus dibayar mungkin itu yang menahan dan sebagainya," jelasnya.

Terkait masalah lain, Kasatreskrim menjelaskan di tubuh korban tidak ada tanda kekerasan. Hanya terdapat luka suntik.

Suntikan jarum tersebut juga ditemukan di dalam kamar korban dan ada isinya.

"Ada satu yang sudah habis masih ada satu sisanya. Kata dokter satu cc tidak boleh masuk tubuh. Mungkin kan tiga cc yang masuk tapi perlu ditanyakan ke forensik. Ada suntik yang masih ada sisanya itu," pungkasnya.

"Diduga seperti itu (mematikan). Di kamar dibuka g bisa. Dikunci dari dalam. Akan kita perkuat dengan CCTV," imbuhnya. (mha/bas)

Editor : Baskoro Septiadi
#Polrestabes Semarang #Mahasiswi Kedokteran Undip Bunuh Diri #PPDS Anestesi Undip