RADARSEMARANG.ID, Semarang - Warga Kampung Pelangi, Kecamatan Semarang Selatan memeriahkan Peringatan HUT RI ke 79 sekaligus dalam rangka Wilujengan dengan cara unik.
Untuk kali pertama, di tempat wisata pemukiman penduduk ini digelar kegiatan PlayOn, Sabtu (10/8/2024).
Para peserta berlomba estafet bambu runcing sebagai lambang senjata bangsa Indonesia melawan penjajah sebelum kemerdekaan Indonesia.
Dijelaskan Camat Semarang Selatan Ronny Tjahjo Nugroho, lomba ini diikuti perwakilan kelurahan di wilayahnya.
Lomba lari bersifat fun alias menyenangkan ini memang dikonsep unik agar para peserta tertarik dan bersemangat.
Adapun pesertanya berusia 17-50 tahun. Agar lebih menarik dan fun, pihaknya meminta warga berkreasi menampilkan kreativitas.
Ada yang tampil sebagai pelatih olahraga lari, hingga berpenampilan hantu alias demit dari Kelurahan Randusari.
Berkat keunikannya itu, tim itu memenangkan juara kategori penampilan unik. Selain itu, lomba ini juga dinilai dengan kecepatan waktu estafet, dan yel-yel.
"Jadi warga itu berkreasi ya, yang penampilan unik ada bertema hantu seperti pocong, kuntilanak gitu. Seru," katanya pada Jawa Pos Radar Semarang.
Ia menjelaskan, satu tim ada lima orang. Bentuknya estafet, jadi peserta dari pos satu ke lainnya membawa bambu runcing untuk diserahkan ke tim hingga finish. Jaraknya 2,5 kilometer dengan waktu tempuh 30 menit.
Untuk rutenya dimulai dari Taman Kasmaran, masuk Bergota, melewati Makam Mbah Brintik, kemudian Jalan Raya Sutomo, Kalisari dan masuk gang Kampung Pelangi.
Sebagaimana geografis di Kampung Pelangi yang naik, turun, dan kelok. "Ya ada larinya, ada jalannya karena naik turun, lomba lari ini sifatnya fun," tambahnya.
Panitia dalam event ini menyediakan hadiah berupa uang pembinaan, piala, dan medali. Penyerahannya akan diserahkan pada upacara 17 Agustus mendatang di Lapangan Kedondong.
Diakui Ronny, ide ini tercetus saat meninjau bencana longsor.
Dengan geografis kampung yang demikian, terpikirkan untuk membuat event bersama masyarakat dan pelaksanaannya menggandeng pokdarwis.
Ia ingin event ini bisa menjadi wadah menggerakkan ekonomi warga melalui kegiatan. "Tujuan sampingnya ingin pemberdayaan masyarakat, UMKM, dan menggerakkan kepariwisataan di kampung pelangi," ucapnya.
Ke depan, pihaknya akan melakukan evaluasi kekurangan, dan kelebihan. Monitoring ini juga terbuka untuk masyarakat.
Boleh turut serta memberikan apresiasi, respon, dan kritik agar kembali ada kegiatan. (ifa/bas)
Editor : Baskoro Septiadi