RADARSEMARANG.ID, Semarang - Kementerian Agama menetapkan Hari Idul Adha atau 10 Dzulhijjah 1445 Hijriah, Senin (17/6). Umat muslim ramai-ramai berkurban.
Momen ini menjadi berkah bagi jasa jagal. Mereka banyak mendapatkan permintaan untuk menyembelih hewan kurban.
Di Kota Semarang, ada penjagal legendaris. Salah satunya adalah M Yusuf, warga Kampung Bustaman RW 3, Kelurahan Purwodinatan, Kecamatan Semarang Tengah.
Lelaki kelahiran 1957 ini, sudah menekuni profesi pemotong hewan sejak tahun 1972. Kepiawaiannya didapatkan turun temurun dari orang tua, dan sang kakak.
Untuk menjadi jagal, tidak mudah. Membutuhkan skill khusus untuk memotong hewan. "Kebetulan skill jagal dari orangtua. Sudah generasi kedua," aku M Yusuf.
Setiap Idul Adha, ia mengaku menjadi langganan untuk menjagal hewan kurban. Selama lebaran kurban, ia sudah memiliki jadwal penyembelihan.
Hari pertama lebaran kurban, M Yusuf sudah memiliki jadwal menyembelih tujuh sapi. Dari Kulitan, Pegondang, Pekojan.
Hari kedua, enam ekor sapi yang memesan untuk disembelih dari daerah Tlogosari.
"Pesanan penyembelihan memang berkurang. Tahun lalu, setiap hari sudah ada jadwal menyembelih hewan kurban," ujarnya.
Menjadi penjagal hewan tidak hanya sebatas menyembelih saja. Tetapi mulai dari menyembelih, menguliti, hingga membersihkan hewan kurban. "Tergantung sedikit dan banyak yang membantu," katanya.
Untuk menjadi jagal, M Yusuf memiliki pisau khusus untuk menyembelih dan memotong sapi. Peninggalan dari kakek, bapak dan kenang-kenangan waktu kerja. Meski tak ada ritual khusus, tetapi membutuhkan skill khusus untuk menyembelih.
Baca doa Bismillahirrahmanirrahim, Allahumma Taqabbal Minna Hadza, Allahumma Hadzihi minka wa ilaika qurban, namanya siapa bin atau binti siapa lillahi ta'ala.
"Setelah membaca doa, tunggu nafas keluar baru disembelih. Sehingga langsung mati, kalau tidak ada ilmunya ya sungkan," tambahnya.
Untuk harga jasa jagal hewan saat Idul Adha tahun lalu Rp 1,2 juta. Sedangkan kambing Rp 200 ribu.
Tahun ini kemungkinan beda dengan tahun lalu, sesuai kesepakatan. Meliputi penyembelihan, menguliti, dan pembersihan kotoran.
"Tidak ada masalah saat menjagal. Karena setiap hari membantu kakaknya menjagal," akunya. (fgr/fth)
Editor : Baskoro Septiadi