RADARSEMARANG.ID, Semarang - Pemerintah menetapkan Hari Raya Idul Adha pada Senin 17 Juni 2024.
Namun, bagi Majlis Tafsir Al-Qur'an (MTA), Hari Raya Idul Adha sekaligus Salat Idul Adha dilakukan Minggu, 16 Juni 2024.
Pantauan Jawa Pos Radar Semarang, Sabtu (15/6), terlihat baliho bertuliskan Tempat Salat Idul Adha 1445 H di Halaman Eks Wonderia, Jalan Sriwijaya No 29, Candisari, Semarang dilakukan pada Ahad, 16 Juni 2024 pukul 06.15 dengan khatib dan imam Dr Aris Mukimin.
Selain itu, tempat tersebut sudah mulai dipersiapkan. Seperti kebersihan dan pengeras suara atau sound System.
Ketua Cabang Mijen MTA Kota Semarang, Aris Mukimin, mengungkapkan, pada hari Ahad (16/6) MTA Kota Semarang menyelenggarakan Salat Idul Adha di Eks Wonderia.
"Kami peruntukkan warga MTA se-Kota Semarang dan masyarakat umum yang sepaham dengan MTA," katanya.
Dikatakan, pada Ahad (16/6) merujuk pada Hari Arafah di Mekah. Di Arab Saudi menetapkan Wukuf Arafah jatuh pada 15 Juni 2024.
Jika di sana wukuf Arafah, di sini disunnahkan untuk berpuasa, kata dia, dengan dasar Hadits Riwayat Ibnu Majah Juz 1.
"Redaksi hadits nya kan berbunyi Dari Ikrimah berkata Saya pernah datang ke rumah Abu Hurairah, kemudian bertanya tentang Hari Arafah, maka jawab Abu Hurairah, Rasulullah melarang puasa Arafah di Padang Arafah," jelasnya.
Lebih lanjut, artinya saat seseorang berhaji, dia dilarang untuk berpuasa.
"Lalu, orang yang berpuasa Arafah ini untuk orang yang sedang tidak berhaji atau sedang berwukuf. Saat ini kita berpuasa Arafah, maka besoknya kita hari raya, begitu dasarnya," katanya.
Begitu ada pengumuman dari Kerajaan Arab Saudi tentang Hari Wukuf di Arafah.
Pihaknya langsung berinisiatif untuk menyelenggarakan Salat Idul Adha dan mengakomodir warga MTA.
"Setelah itu, kita meminta izin ke Disbudpar Kota Semarang, surat turun Hari Kamis kemarin. Kita persiapkan semua yang dibutuhkan, seperti shaf salat, sound system khatib dan imam, sehingga semua mengerjakan kebutuhan teknis," katanya.
Diperkirakan, ada 700 - 1000 jamaah warga MTA memadati Eks Wonderia saat Salat Idul Adha.
Kendati demikian, sesuai kesepakatan, penyembelihan hewan kurban pada Senin (17/6) yang dilakukan di Cabang Mijen dan Cabang Gajahmungkur.
"Tahun ini di Cabang Mijen menyembelih 35 sapi dan 7 kambing. Sedangkan di Cabang Gajahmungkur ada 25 sapi," ujarnya.
Menyikapi adanya perbedaan, menurutnya, perbedaan ini sudah biasa dan tidak masalah selagi ada dasarnya.
"Kami MTA berdasarkan ibadah kurban tidak lepas dari ibadah haji di Mekah, sehingga kami ikuti waktu berdasarkan di sana, kalau saudara lain berbeda ya kami serahkan masing-masing, mana yang benar Wallahu alam," tandasnya. (fgr/bas)
Editor : Baskoro Septiadi