RADARSEMARANG.ID, Semarang - Museum Lawang Sewu Semarang kini wahana Immersive.
Wahana ini memungkinkan pengunjung untuk mengetahui dan memahami sejarah perkeretaapian di Indonesia melalui teknologi audio visual.
Wahana Immersive ini menjadikan kunjungan ke museum tak lagi membosankan. Dimana hanya melihat foto dan dokumen lawas yang terpajang saja.
Melainkan, kini dikemas secara apik, sehingga pengunjung merasa seperti diajak ke masa lalu untuk mengetahui sejarah perkeretaapian di Indonesia.
Direktur Utama KAI Wisata, Hendy Helmy mengatakan, wahana Immersive ini merupakan terobosan baru. Tujuannya untuk menambah daya tarik wisatawan untuk berkunjung ke Lawang Sewu.
Seperti diketahui, Lawang Sewu merupakan bangunan tua peninggalan Belanda ini. Dulu bangun tersebut merupakan gedung perkantoran Nederlandsch-Indische Spoorweg Maatschappij (NIS).
Yakni sebuah perusahaan kereta api Hindia-Belanda. Saat ini bangunan tersebut menjadi aset PT Kereta Api Indonesia (KAI).
Saat ini, bangunan yang terletak di seberang Tugu Muda Kota Semarang itu dimanfaatkan sebagai destinasi wisata. “Kami berusaha menyuguhkan wahana baru sebagai daya tarik wisata (DTW),” tuturnya.
Wahana Immersive didukung teknologi digital, baik audio maupun visual. Sehingga pengunjung lebih mudah memahami sejarah perkeretaapian di Indonesia. Wahana ini sendiri, bisa dinikmati wisatawan mulai pukul 10.00-18.00 WIB.
Sejak dibuka, wahana immersive telah mendapatkan respon positif dari pengunjung Lawang Sewu.
Jumlah pengunjung di Lawang Sewu, hari biasa minimal 1.000 orang per hari. Tapi saat akhir pekan dan hari libur, bisa mencapai 3.000-5.000 pengunjung per hari.
Khusus masuk wahana immersive dalam setiap sesi dibatasi maksimal 35 orang, dengan waktu sekitar 15 menit.
Untuk harga tiket Lawang Sewu Semarang, lanjutnya, dibanderol Rp20 ribu untuk dewasa, dan Rp 10 ribu untuk anak-anak. Sedangkan turis atau wisatawan mancanegara Rp30 ribu per tiket.
Sementara untuk masuk wahana Immersive bisa membeli tiket masuk terusan ke Lawang Sewu yang dibanderol Rp 25 ribu dewasa, Rp15 ribu untuk anak-anak dan Rp 35 ribu untuk turis asing.
“Kalau tanpa tiket terusan, masuk ke wahana baru ini dikenai tarif Rp10 ribu per orang,"paparnya.
Selain wahana Immersive, Lawang Sewu saat ini juga dilengkapi tenant kuliner dan toko souvenir. Selain itu juga ada event rutin seperti live musik setiap minggunya, dan ada juga event cosplay, dan lainnya.
Selain mengelola Lawang Sewu Semarang, di wilayah Jawa Tengah, KAI Wisata juga mengelola Museum Kereta Api Ambarawa. Di lokasi tersebut juga disuguhkan sejarah kereta api dari masa ke masa.
“Di Museum Kereta Api Ambarawa, pengunjung bisa naik kereta api diesel ataupun uap," pungkasnya. (den/bud)
Editor : Baskoro Septiadi