Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Seri Sejarah Semarang ! Ternyata di Mijen, Kota Semarang Pernah Ada Candi Besar. Ukurannya Lebih Besar dari Candi Gedongsongo

Pratono • Kamis, 25 April 2024 | 00:19 WIB
CAGAR BUDAYA : Ekskavasi Candi Duduhan di Kelurahan Mijen, Kecamatan Mijen yang berlangsung pada 2018.
CAGAR BUDAYA : Ekskavasi Candi Duduhan di Kelurahan Mijen, Kecamatan Mijen yang berlangsung pada 2018.

RADARSEMARANG.ID—Tidak banyak yang tahu, kalau di wilayah Kota Semarang pernah berdiri sebuah candi.

Reruntuhan bangunan candi berbahan batu bata pernah ditemukan di wilayah Dusun Duduhan, Kelurahan Mijen, Kecamatan Mijen, Kota Semarang.

Bahkan ukuran Candi Duduhan ini diperkirakan lebih besar dari candi utama di kompleks Candi Gedongsongo, Sumowono, Kabupaten Semarang.

Posisi reruntuhan candi yang diduga dibangun pada tahun 9 masehi ini berada di tengah kebun. Tak banyak struktur yang terlihat, hanya mirip gundukan tanah.

Maklum, perjalanan waktu panjang membuat batu bata menyusun candi yang layak ditetapkan sebagai cagar budaya ini hancur.

Tapi masih ada sisa-sisa reruntuhan yang membuktikan bahwa di lokasi tersebut pernah berdiri sebuah kompleks candi besar.

Pada tahun 2015 dan 2018, Pusat Penelitian Arkeologi Nasional (Puslit Arkenas) dan Lembaga Penelitian Perancis untuk Kajian Timur Jauh atau Ecole Francaise d'Extreme-Orient (EFEO) melakukan ekskavasi situs Candi Duduhan.

Struktur kompleks candi yang terdiri dari 1 candi utama dan 3 candi perwara menunjukkan Candi Duduhan dibangun pada masa yang sama dengan Candi Prambanan, pada abad 9 masehi.

Ketua Tim Ekskavasi Candi Duduhan Agustijanto Indradjaja menyatakan, Candi Duduhan menjadi tambahan data penting tentang hipotesa penyebaran agama dan kebudayaan Hindu yang masuk ke Jawa Tengah melalui pantai utara Jawa.

“Bangunan candi utama di Duduhan ini lebih besar dari candi-candi di (kompleks) Gedongsongo,” tutur arkeolog dari Pusat Penelitian Arkeologi Nasional (Puslit Arkenas) ini.

Candi utama di Duduhan berukuran 9,3 x 9,3 meter. Sementara candi utama di Gedongsongo berukuran kurang dari 7 meter.

Berdasarkan buku “Hasil Pemugaran dan Temuan Benda Cagar Budaya PJP I” yang diterbitkan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan tahun 1996, candi terbesar di Gedongsongo adalah Candi Gedong I dengan ukuran 6,64 x 6,58 meter.

Sementara 3 candi perwara dekat candi utama di Duduhan memiliki ukuran 5,4 x 5,4 meter.

Adanya altar pemujaan yang sudah dipindahkan warga ke taman tak jauh dari lokasi candi Duduhan, kata Agus, menguatkan perkiraan usia candi.

“Altar pemujaan seperti itu biasanya ada di candi yang dibangun sesudah tahun 850.”

Candi Duduhan diduga dibangun pada masa Kerajaan Mataram Kuno.

Candi Duduhan ini berada di lahan milik Sutopo, warga setempat. Dulu saat ia masih kecil, di lokasi tersebut juga terdapat sejumlah yoni, arca ganesha, arca sapi atau nandi, lapik arca dan sejumlah batu lain.

Berdasarkan Daftar Inventaris Semarang pada 1976, juga tercatat ada pecahan kepala arca Durga. Kini benda-benda tersebut sudah berpindah tempat.

“Patung Ganesha sempat dicuri orang. Setelah ketemu, sekarang disimpan di Museum Ranggawarsita,” tutur Sutopo.

Sebuah yoni diketahui sudah dipindah ke rumah warga.

Arca nandi yang pecah, bagian tubuhnya juga dipindah warga untuk menghias taman kampung yang tak jauh dari lokasi penemuan candi.

Begitu juga dengan 1 lapik arca dan batu mirip kemuncak candi, diletakkan di taman dekat warung mi ayam.

Namun pada 2020, arca dan batuan yang dipindah ke taman dekat warung mi ayam telah raib dicuri orang. (ton)

 

Editor : Pratono
#Sejarah Semarang #kerajaan mataram kuno #Candi Gedongsongo #CANDI #arkeologi #Agustijanto Indradjaja #patung ganesha #CAGAR BUDAYA #ganesha #Kecamatan Mijen #Gedongsongo #durga #KOTA SEMARANG