RADARSEMARANG.ID, SEMARANG - Nama mantan Ketua DPRD Kota Semarang, Supriyadi masuk dalam bursa calon Wali Kota (Cawali) pada Pilwakot 2024 November mendatang.
Politkus PDI-Perjuangan ini menduduki peringkat pertama dengan 28,8 persen versi survey https://pollingkita.com/.
Dibawah Supriyadi ada beberapa nama seperti Wakil Ketua DPRD Kota Semarang, dari Partai Gerindra Mualim dengan 20,4 persen.
Lalu nama kompatriotnya di PDI-Perjuangan yang juga Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu.
“Wah saya nggak maju, mungkin lebih cocok Mbak Ita (Wali Kota Semarang, red) yang diunggulkan,” katanya kepada Jawa Pos Radar Semarang, Minggu (21/4).
Pria yang saat ini menjabat sebagai anggota Komisi D DPRD Kota Semarang ini menjelaskan, pihaknya enggan berandai-andai maju atau tidak maju dalam Pilwakot.
Meskipun pada Pileg kemarin, PDI-Perjuangan mendapatkan 14 kursi.
Namun jika rekomendasi dari DPP jatuh kepada dirinya sebagai Cawali ataupun Cawawali, Lik Di sapaannya tergantung arahan partai.
Sebagai kader, menurutnya jika partai menugaskan dirinya tidak bisa menolak.
“nek tugas partai siapapun gak boleh endo,” tuturnya.
Sebelumnya Sekretaris DPC PDI-Perjuangan Kota Semarang, Kadar Lusman menjelaskan jika partainya akan mulai membuka penjaringan calon wali kota (Cawali) dalam waktu dekat.
Pilus sapaannya, menjelaskan setelah dilakukan penjaringan, akan dilakukan penyaringan calon yang mendaftar.
Untuk kriteria kata pria yang menjabat sebagai ketua DPRD Kota Semarang ini, kemungkinan yang diutamakan kader partai.
"Kalau kriteria utama mungkin kader dulu, yang mau berjuang bersama untuk masyarakat. Bisa melanjutkan yang sudah baik, dan yang kurang harus diperbaiki," kata Pilus.
Namun tidak dipungkiri partainya terbuka kepada sosok lainnya untuk mendaftar.
Atau ikut penjaringan misalnya dari non partai, akademisi atau politikus partai lainnya.
"Monggo saja kalau ikut penjaringan, tapi penentuan rekomendasi ada di DPP, penilaiannya tentu cek ombak melalui survey, kwalitas dan tentunya elektabilitas," jelasnya.
Meskipun diperkirakan bisa mengusung calon sendiri dalam Pilwakot nanti, karena mendapatkan 14 kursi dalam Pileg kemarin.
Pilus mengaku masih membuka komunikasi dengan partai lain untuk melakukan koalisi.
"Potensi ngusung sendiri sebenarnya bisa, tapi kita buka koalisi. Komunikasi sudah kan tiap hari ketemu dengan ketua partai di DPRD," candanya. (den)
Editor : Agus AP