RADARSEMARANG.ID, Semarang - Libur lebaran Idul Fitri 1445 Hijriah banyak masyarakat yang memanfaatkan waktu untuk bertamasya. Salah satunya yang menjadi tujuan adalah Pantai Tirang.
Tempat wisata di Kelurahan Tambakharjo, Kecamatan Semarang Barat, Kota Semarang ini diserbu wisatawan.
Berdasarkan pantauan Jawa Pos Radar Semarang, Jumat (12/4/2024) sore wisatawan memenuhi pantai. Mereka asyik berenang dan bermain pasir. Tak sedikit juga yang menyewa ban untuk berenang.
Salah seorang wisatawan Sutarto mengatakan berkunjung ke pantai ini refreshing. Ia membawa serta anak dan istrinya untuk menikmati liburan.
"Ke sini karena dekat dan hemat. Saya ini sedang mengajak anak main pasir," ujar pria asal Kaligawe ini.
Menurutnya, pantai ini bersih dan terawat sehingga sangat nyaman dan menjadi pilihan untuk liburan.
Hal sama diungkapkan Sumari, warga Kelurahan Saden Kecamatan Gunungpati ini juga mengajak keluarga besar untuk refreshing di alam terbuka.
Ia memanfaatkan waktu senggang di momen lebaran untuk menikmati pesisir kota mumpung bisa berkumpul.
Bahkan, rombongan dengan jumlah sekitar 20 orang ini pun membawa makanan sendiri layaknya prasmanan.
Menu yang dibawa di antaranya lele bakar, nasi gudangan, dan gorengan.
"Bawa bekal sendiri dari rumah karena kalau beli di luar pasti mahal, karena Idul Fitri sudah mengeluarkan banyak untuk keponakan-keponakan," ujarnya berkelakar.
Baca Juga: Fakta Baru Kecelakaan Bus Rosalia Indah di Tol Batang-Semarang: Supir Sempat Jalan Hilangkan Kantuk
Menurutnya, berwisata di sini cukup terjangkau. Untuk harga tiket masuk cukup standar, satu orang Rp 10 ribu.
Kemudian parkir Rp 3 ribu untuk parkir sepeda motor, dan Rp 5 ribu parkir mobil. Kendati demikian, ia menilai fasilitas masih kurang seperti ketersediaan penyewaan gazebo.
"Menurut saya masih kurang, pengunjung banyak tapi gazebo sedikit. Contohnya keluarga saya bawa tikar sendiri karena gazebo kecil," tuturnya.
Sementara itu, pengelola Pantai Girang Dionika Mando menuturkan lebaran kali ini menurun dibanding tahun sebelumnya.
Penyebabnya cuaca yang mendung dan hujan sehingga banyak wisatawan takut kehujanan.
"Pengaruh cuaca jadi menurun seperti yang terjadi kemarin sore pengunjung kehujanan," tambahnya.
Ia menyebut, setiap harinya ada sekitar 200-300 pengunjung. Sedangkan tahun lalu bisa mencapai ribuan pelancong.
Adapun waktu paling ramai dan favorit saat sore sekitar pukul 16.00-18.00.
Selama libur lebaran ini pihaknya tidak menambah fasilitas, namun juga tidak menaikkan harga tiket masuk.
"Harga tetap sama, Rp 10 ribu per orang," ucapnya. (ifa/bas)
Editor : Baskoro Septiadi