RADARSEMARANG.ID, Semarang - Selain mewaspadai terjadinya musibah kecelakaan kendaraan arus mudik dan balik, Basarnas juga memetakan potensi kerawanan kecelakaan di tempat wisata.
Hal yang paling diwaspadai adalah terkait kecelakaan air di tempat wisata.
Direktur kesiapsiagaan Basarnas, Noer Isrodin mengungkapkan terus senantiasa mengoptimalkan seluruh personil dan alat utama (alut) yang ada milik Basarnas.
Langkah ini adalah upaya untuk mengantisipasi gelombang mudik maupun arus balik lebaran 2024.
"Kalau secara umum belum ada penanganan yang signifikan. Jadi hanya kemarin yang kejadian di KM 58 itupun menjadi otoritasnya teman-teman pengelolaan jalan tol dan kepolisian. Kita sifatnya membantu," ungkapnya saat tinjauan di Posko Basarnas, di Kalikangkung Semarang, kepada Jawa Pos Radar Semarang, Selasa (9/4/2024).
Lanjutnya mengatakan, teka melakukan kesiap siagaan personil dan alut kaitannya dalam lebaran tahun sejak H-7 sampai H+7 mendatang.
Berbagai peralatan yang kesiapsiagaan termasuk Helikopter Dolpin dan crew personil yang distandby kan di Posko Basarnas di Kalikangkung Semarang.
"Dimana hari ini kita sudah selesai di H-1, sudah menyelesaikan sebagain tugas terutama untuk crew heli mereka kembali ke homebase. Karena kita lihat di hari ini saat ini sudah mulai landai pergerakan dari arus mudik sendiri. Dan nanti akan kita optimalkan pada saat nanti arus balik. Di wilayah Semarang ini nanti akan kita standby kan 1 unit helly dopping," bebernya.
"Kita standby kan di Kalikangkung ini terutama untuk mengantisipasi potensi kedaruratan yang di wilayah Jalan tol, di sepanjang Kalikangkung ini terutama pada saat arus kembali ke Jakarta. Kita standby kan mulai dari hari Sabtu, sampa dengan nanti kita evaluasi mungkin sampai dengan puncak arus baliknya itu terjadi," sambungnya.
Sedangkan potensi kerawanan kecelakaan selain di darat, pihaknya menyampaikan yang paling sering muncul adalah di kawasan wisata yang berkaitan dengan air.
Seperti halnya pantai, laut, sungai dan tempat wisata lainnya.
Meski demikian, pihaknya telah berkoordinasi dengan pengelola wisata untuk mencegah atau mengantisipasi terjadinya hal tersebut.
"Kerawanan yang paling sering muncul kalau di lokasi wisata tentunya dikawasan pantai, perairan itu mendominasi kecelakaan yang ada di Basarnas. Rata rata 90 persen insiden yang ditangani Basarnas adalah kecelakaan yang ada perairan. Jadi itu yang akan menjadi fokus kita dan Basarnas sampai dengan saat ini," tegasnya.
Pihaknya menambahkan, diprediksi, puncak arus mudik terjadi pada Minggu hingga Senin (14-15/4/2024) mendatang.
Alasannya, pada hari berikutnya, sudah terjadi aktifitas kerja, Selasa (16/4/2024). Terkait personil, pihaknya mengatakan secara nasional mengerahkan 2500 personil.
"Tapi kalau di wilayah Kantor SAR ini tentunya seluruh personil yang ada kita libatkan semua, dan potensi SAR yang jumlahnya ratusan. Di Jawa Tengah ini mereka secara sukarela membantu di posko dan dia senantiasa aktif. Jadi tidak perlu kita hubungi, mereka datang dulu. Itu modal kemanusiaan dan gotong royong dalam mengantisipasi darurat dan bencana," pungkasnya. (mha/bas)
Editor : Baskoro Septiadi