Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Terungkap Uang Rp250 Juta Hasil Donasi Komika Semarang Singgih Sahara Sebagian Diduga Digunakan untuk Bayar Pinjol dan Beli iPhone

Muhammad Hariyanto • Kamis, 21 Maret 2024 | 00:23 WIB
Singgih kaos merah, Zulfikar pakai topi melakukan Mediasi di ruang kantor Lurah Karanganyar Gunung, Kecamatan Candisari, Rabu (20/3/2024). (M Hariyanto/Jawa Pos Radar Semarang)
Singgih kaos merah, Zulfikar pakai topi melakukan Mediasi di ruang kantor Lurah Karanganyar Gunung, Kecamatan Candisari, Rabu (20/3/2024). (M Hariyanto/Jawa Pos Radar Semarang)

 

RADARSEMARANG.ID, Semarang - Komika asal Semarang Singgih Sahara diduga menyalahgukan uang donasi penggalangan dana untuk ibunya yang sakit gagal ginjal sebesar Rp 250 juta.

Dugaan tersebut muncul setelah adanya kejanggalan terkait penggalangan donasi yang dilakukan Singgih Sahara.

Hal ini disampaikan oleh salah satu perwakilan donatur, yang mendapat mandat yakni Zulfikar Akbar.

Menurut Zulfikar Akbar, diketahui muncul kejanggalan ini sekitar dua hari yang lalu, Senin (18/3).

"Dua hari yang lalu ini dia (Singgih) bikin cuitan di twitter, bahwa ibunya butuh bantuan mendesak, urgen banget. Yang jadi tanda tanya publik, ini orang kok terus menerus galang donasi dan jumlahnya gede. Baru seminggu kemarin sudah dapat gede, ini galang donasi lagi," ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Semarang, Rabu (20/3/2024).

Publik maupun para donatur ini akhirnya banyak yang menghubung Zulfikar. Hingga kemudian saling berkoordinasi dengan perwakilan donatur salah satunya dari Kota Semarang, termasuk Yogyakarta.

Termasuk juga, Zulfikar dari Jakarta datang ke Semarang untuk menemui Singgih, Rabu (20/3/2024).

"Akhirnya kita usut, karena ini ada yang janggal. Ini berkaitan dengan ratusan donatur. Kalau kita simak sampa sejauh ini, di kalangan publik ini muncul masalah sosial, salah satunya timbul saling takut, untuk menolong. Tapi disisi lain ada bagusnya juga. Artinya ada semacam alarm bahwa untuk lebih hati-hati," bebernya.

Keduanya bertemu di Kantor Kelurahan Kelurahan Karanganyar Gunung, Kecamatan Candisari. Pertemuan tersebut juga didampingi Lurah setempat dan Bhabinkamtibmas.

Pertemuan dengan tujuan mediasi ini berlangsung mulai pukul 09.00 sampai 12.00.

"Saya sangat mengapresiasi beliau (Lurah), yang sangat cepat, langsung memanggil stafnya, dan memanggil Singgih. Bu Lurah ini juga terbuka dan ngebantu. Beliau sampai minta maaf, padahal itu bukan kesalahannya, tetapi kesalahan warganya yang melakukan hal seperti ini. Beliau juga mendukung upaya upaya untuk mengusut kejadian ini," bebernya.

Zulfikar membeberkan, donasi yang didapat Singgih ini nilainya mencapai Rp 250 juta. Zulfikar membeberkan, donasi yang digalang perorangan atau Singgih, untuk pengobatan ibunya yang sakit gagal ginjal.

Selain untuk ibunya, penggalangan ini juga untuk anaknya yang mengalami keterlambatan bicara.

"Kita gali disitu apa yang menjadi pemicunya. Kita dapatkan poin bahwa ternyata awalnya itu butuh, utamanya ibunya. Kemudian dia galang dana, dia juga meminta pada perseorang melalui media sosial, dia DM perseorangan," katanya.

Zulfikar menyebut, hasil perolehan donasi tersebut, mencapai Rp 250 juta dari para donatur yang tersebar di Jawa Tengah, Jawa Timur, termasuk paling banyak di Jakarta.

Nilai rupiah donasi bervariasi, ada Rp 3 juta, bahkan ada yang mencapai Rp 15 juta sekali transfer.

"Dalam proses penggalian, kita dapat pengakuan dari yang bersangkutan, selama ini dia mengaku sudah mendapat sampai 250 juta, pengakuan sejak 2021. Jadi ketika ibunya sakit, difoto untuk mencari empati," katanya.

Penggalian berikutnya, Zulfikar menyebutkan keterangan dari Singgih, mengakui uang mencapai ratusan juta tersebut tidak sepenuhnya dipergunakan untuk kebutuhan ibunya yang sakit. Malahan, sebagian besar lainnya dipergunakan untuk kepentingan pribadinya.

"Yang benar-benar terpakai buat pengobatan itu, cuma Rp 50 juta. Sementara Rp 200 juta lainnya, pengakuannya dipakai buat bayar pinjaman online (pinjol), ngontrak rumah, beli iPhone, itu kan sangat jauh dari tujuan semula. Tadi dia sempat mengaku sisa Rp 24 apa Rp 25 jutaan, dari Rp 250 juta," lanjutnya.

Lanjutnya mengatakan, hasil investigasi yang dilakukan tim dari Semarang, Singgih dari kalangan ekonomi menengah.

Kemudian, ibunya yang sakit gagal ginjal juga ditanggung oleh BPJS. Namun, yang masih menjadi penasaran, Singgih nekat melakukan penggalangan donasi dengan alasan kebutuhan ibunya yang sakit.

"Karena mungkin, kebiasaannya cuma memancing emosi empati publik, akhirnya terus menerus. Kalau menurut saya ini cuma akal -akalan dia saja. Itu kan sudah tercover oleh BPJS, misalkan kebutuhan diluar itu ya tidak sampai banyak," ujarnya.

Pria komika di Kota Semarang ini juga trending, akibat dari kejadian ini. Kemudian, kejanggalan lainnya, Zulfikar membeberkan Singgih juga selalu berkelit ketika diminta oleh donatur menunjukkan kuitansi pembayaran keperluan ibunya di rumah sakit.

"Tetapi dia selalu beralasan di simpan di rumah, dan lupa ketinggalan. Ketika dicari istri, tidak ketemu. Jadi berkelit terus," katanya.

Menurutnya, kejadian ini menimbulkan emosi para donatur. Meski sebagian ada yang pasrah, namun ada juga yang minta diselesaikan dengan jalur hukum.

Meski demikian, pihaknya masih berkomunikasi dan berkoordinasi dengan tim yang ada di wilayah Kota Semarang.

"Kalau korban-korban (donatur) ini yang paling penting adalah kejelasan. Kemudian kepastian komitmen dia. Ya ada yang sebagian kecewa berat, dan ingin dipolisikan. Makanya kita ingin meminta rekening korannya, untuk memastikan duit ini larinya kemana saja, alirannya seperti apa?," tegasnya.

Hasil dari mediasi tersebut, Singgih juga sudah memiliki kesiapan dijatuhkan sanksi apapun. Termasuk menyatakan sudah siap dipidanakan dengan alasan tidak mampu mengembalikan uang yang dipakai untuk kepentingan pribadinya.

"Dia juga memastikan akan mempertanggungjawabkan mempublikasikan rekening koran yang selama ini menarik donasi dari publik. Kalau uang dikembalikan, dia mengaku berterus terang tidak akan mampu, karena duit 250 juta itu terlalu besar untuk dia. Makanya dia akhirnya mengambil akan lebih bagus dipolisikan, dia sudah siap," pungkasnya.

Sementara, Kasi Pemerintahan, Ketentraman dan Penertiban Umum Kelurahan Karangayar Gunung Rully Aditya Bratha yang mewakili Lurah Nurhayati Budi Wahyuningtias menyampaikan pihak Kelurahan sudah memfasilitasi mediasi antara Singgih Sahara dengan perwakilan korban, dan platform amal Kitabisa.

Rully mengatakan dari hasil mediasi tadi, Singgih mengatakan akan kooperatif dengan menandatangani surat pernyataan.

"Dia sudah minta maaf dan mau bertanggungjawab," ungkapnya.

Kemudian setelah mengaku kooperatif, Singgih juga bersepakat dengan Kitabisa untuk mengembalikan uangnya.

"Dari Kita bisa memberikan deadline sampai 30 Juni 2024. Apabila belum bisa mengganti maka akan diteruskan ke proses hukum. Kemudian dari Kitabisa juga meminta print out rekening koran di rekening BCA sejak tahun 2021," katanya. (mha/bas)

Editor : Baskoro Septiadi
#PENIPUAN #komika #Singgih Sahara #donasi