RADARSEMARANG.ID, Semarang - Wilayah Kecamatan Gayamsari Semarang terdampak banjir yang cukup parah akibat luapan Sungai Banjir Kanal Timur (BKT), Rabu (13/3) malam.
Demikian disampaikan oleh Camat Gayamsari, Eko Yuniarto. Ia memaparkan ada 2.800 KK dari 2.100 rumah yang terdampak banjir di Kelurahan Sawah Besar.
Selain itu, di ada 3.000 KK dari 2.800 rumah di Kaligawe yang terdampak banjir.
Sementara di Tambakrejo, ada 3.500 rumah dari 2.000 KK yang terdampak banjir.
Di Kelurahan Gayamsari ada 50 KK dari 50 rumah yang terdampak.
Di Kelurahan Siwalan ada 200 KK dari 175 rumah dan, 500 jiwa. Sementara di Kelurahan Sambirejo, ada 350 KK dari 330 rumah.
Diceritakan, pada Rabu (13/3) malam ketinggian air rata-rata mencapai 70 - 100 sentimeter. Karena adanya luapan dari Banjir Kanal Timur.
"Semua kelurahan se-Kecamatan Gayamsari terendam, tadi pagi kita cek, masih lima kelurahan yang terdampak," katanya kepada Jawa Pos Radar Semarang, Kamis (14/3).
Kendati demikian, debit air di Sungai Banjir Kanal Timur semakin membaik. Sehingga, wilayah yang terdampak semakin surut, antara 60 - 70 sentimeter.
Kelurahan Tambakrejo dan Kelurahan Kaligawe merupakan wilayah yang terparah karena luapan Sungai Banjir Kanal Timur.
Sementara di Kelurahan Sawah Besar, warga mengungsi di SMP Negeri 4 Semarang, Balai RW dan TK Pertiwi.
"Tadi malam sempat tinggi, pagi ini sudah surut," katanya.
Ia menambahkan, Kelurahan Sawah Besar juga terdampak banjir. Karena selain limpasan dari Sungai Banjir Kanal Timur juga ada limpasan dari Jalan Tol dan Arteri Soekarno Hatta.
"Yang terdampak itu di RW 4 Sawah Besar," jelasnya.
Pihaknya berupaya untuk memberikan bantuan logistik berupa pemberian nasi bungkus dan pendirian dapur umum.
"Dapur umum kita dirikan di Jalan Kaligawe Raya depan Pom Bensin," katanya. (fgr/bas)
Editor : Baskoro Septiadi