RADARSEMARANG.ID, Semarang - Akses jalan di perumahan Bukit Melati Raya Jalan Kemuning Raya RT 04 RW 21, Sendangmulyo, Kecamatan Tembalang, Kota Semarang amblas karena longsor.
Akibatnya longsoran itu menghancurkan akses empat rumah dan satu mobil terseret longsoran dan nyaris terjatuh ke jurang.
Korban pemilik rumah dan mobil Toyota Calya David Adi Susanto sempat berupaya menyelamatkan secara heroik.
Kepada Jawa Pos Radar Semarang ia bercerita, peristiwa longsor itu terjadi pada pukul 01.30 WIB.
Saat terlelap dalam tidur, ia sempat terbangun karena suara gemuruh. Ia mengira itu petir. "Saya pikir ya petir karena waktu itu kan hujan," ujarnya.
Namun, suara yang ia dengar agak janggal lantaran berbeda. Suara yang ditimbulkan disertai seperti lontaran material.
Lalu David memberanikan diri untuk menengok keluar apa yang sebenarnya terjadi. Kaget bukan kepalang, ia mendapati akses jalan yang biasa dilalui depan rumahnya lenyap seketika.
Perasaannya campur aduk. Heran, bingung, khawatir, takut jadi satu."Ternyata setelah saya lihat kedepan rumah longsor," ucap David.
Setelah longsor, David mendapati mobilnya belum jatuh terlalu dalam ke jurang. Sedapat mungkin dirinya menyelamatkan untuk dibawa keatas.
Ia nekat masuk ke mobil dan hendak menyalakan mobil untuk dibawa ke teras rumah. Namun nahas, alih-alih menyelamatkan mobil keatas justru malah terseret ke bawah.
"Mau saya selametin tapi gak nyampe. Mobilnya langsung turun sama saya di dalam. Saya hand-rem untung saja puji tuhan bisa berhenti," cerita David yang sempat deg-degan berupaya menyelamatkan mobilnya.
Meskipun di dalam rumah ada istri beserta anaknya yang masih berusia 16 bulan, ia nekat lompat pagar sedapat mungkin menyelamatkan mobilnya.
Jalan selebar 4-5 meter itu lenyap. David sempat mengelus dada untungnya longsor hanya mengenai sampai pembatas rumah.
Dari lima rumah berderet yang terdampak, empat diantaranya tidak bisa keluar. Sehingga harus membobol pekarangan dan pagar tetangga untuk akses jalan sementara karena satu rumah ujung masih bisa menjangkau jalan.
"Untungnya pas persis peres sama rumahnya. Jadi rumahnya gak kena tapi jalannya hilang," pungkasnya.
Datang meninjau lokasi, Kepala Disperkim Kota Semarang Yudi Wibowo mengungkapkan, penanganan titik longsor yang berada di Sendangmulyo, Kecamatan Tembalang itu menjadi prioritas.
Selain itu, hujan yang mengguyur Kota Semarang sejak Senin juga telah menimbulkan beberapa titik longsor besar.
"Ada juga itu di Lempongsari dan Banyumanik. Alhamdulillah tidak ada korban jiwa. Di sini (Sendangmulyo) hanya mobil satu yang jatuh kebawah," jelasnya.
Nantinya, lanjut Yudi, penanganan akan sepenuhnya menjadi tanggung jawab Pemerintah Kota Semarang. Termasuk membantu korban utama David untuk menderek mobilnya yang jatuh ke jurang.
"Karena ini fasilitas umum (fasum) maka akan kami alokasikan anggaran untuk segera diselesaikan," pungkasnya. (mia/bas)
Editor : Baskoro Septiadi