Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Event Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Foto

Per Jam, Tiga Nyawa Melayang di Jalan Raya

Muhammad Hariyanto • Sabtu, 2 Maret 2024 | 21:07 WIB
Kepala Korps Lalulintas (Kakorlantas) Polri, Irjen Aan Suhanan menyebutkan setiap hari terdapat 76 korban meninggal akibat kecelakaan lalu-lintas.
Kepala Korps Lalulintas (Kakorlantas) Polri, Irjen Aan Suhanan menyebutkan setiap hari terdapat 76 korban meninggal akibat kecelakaan lalu-lintas.

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG - Kepala Korps Lalulintas (Kakorlantas) Polri, Irjen Aan Suhanan menyebutkan setiap hari terdapat 76 korban meninggal akibat kecelakaan lalu-lintas.

Korban didominasi usia produktif antara 15 sampai 59 tahun.

Sebagai langkah untuk mencegah banyaknya korban atau menelan jumlah kecelakaan, Polantas melaksanakan kegiatan Operasi Keselamatan Candi 2024.

Baca Juga: Polantas Dorong Mobil Pemudik saat Gladi One Way

Kegiatan tersebut, berlangsung selama 14 hari, mulai 4 hingga 17 Maret 2024 dengan sasaran utama tujuh pelanggaran yang mengakibatkan fatalitas korban.

Kakorlantas menyebutkan, sasaran pelanggaran adalah kaitannya over speed atau kecepatan kemudian helm, sabuk pengaman dan perlindungan anak, anak biasanya gak pake sabuk pengaman.

Kemudian berkendara dalam pengaruh alkohol atau obat-obat terlarang, dan penggunaan handphone pada saat berkendaraan.

"Melihat angka kecelakan tinggi akibat penyebab kecelakaan itu salah satunya adalah melwan arus ini akan kita jadikan sasaran operasi. overload over dimensi itu akan menjadi sasaran disamping pelanggaran lainnya," ungkapnya saat hadir kegiatan pencanangan Operasi Keselamatan di Lapangan Simpang Lima Semarang, Sabtu (3/3) kemarin.

Lanjutnya mengatakan, kegiatan pencanangan aksi keselamatan jalan ini sebagai bentuk keprihatinan mengingat ahja kecelakaan yang tinggi.

Pihaknya menyebutkan, secara nasional, selama tahun 2023, telah terjadi 152 ribu kasus kecelakaan lalu-lintas di jalan raya, dan korban meninggal sebanyak 27 ribu jiwa.

"Jadi dalam satu hari ada 76 orang meninggal akibat kecelakaan, dalam satu jam ada tiga orang yang meninggal akibat kecelakaan. Belum yang luka berat, luka permanen, cacat seumur hidup, luka ringan dan kerugian metiriil," bebernya.

"Kerugian materiil mencapai 500 milyar dalam setahun akibat kecelakaan. Korban didominasi usia 15-59 tahun usia produktif. Terbanyak kejadian di Jalan Arteri, Nasional, Provinsi. Mudah mudahan dari Simpang Lima (Pencanangan Aksi Keselamatan) ini kita menularkan keselamatan jalan," pungkasnya.

Sementara, sambutan Wakapolda Jawa Tengah, Brigjen Pol Agus Suryo Nugroho menyampaikan menyebutkan, data jumlah pelanggaran lalulintas tahun 2023 sebanyak 664,480 kasus.

Dibandingkan dengan tahun 2022 sebanyak 750,666, mengalami turun 11 persen, atau 86,176 pelanggaran.

"Jumlah tilang tahun 2023 sebanyak 278,022 lembar, dibanding tahun 2022, ada 485,368 lembar. Mengalami penurunan sebanyak 43 persen atau 207,346 lembar teguran," jelasnya.

Selain itu juga menyampaikan, gelar pasukan operasi keselamatan lalulintas candi 2024 dan pencanangan aksi keselamatan jalan dalam rangka mewujudkan Kamselticarlantas, menjelang ramadhan dan idul fitri.

"Operasi mengedepankan giat preemtif prefentif disertai penegakan hukum dengan humanis dan edukatif. Tujuannya meningkatkan kepatuhan dan disiplin masyarakat dalam berlalu lintas serta menurunkan angka pelanggaran maupun kecelakaan lalu-lintas," pungkasnya. (mha)

Editor : Tasropi
#operasi keselamatan candi #polantas