Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Pelaku Kejahatan Jangan Harap Lolos! Ada 34 Ribu CCTV Disebar di Kota Semarang, Terpasang sampai Kampung-kampung

Muhammad Hariyanto • Minggu, 25 Februari 2024 | 18:10 WIB

Sejumlah kriminalitas di Kota Semarang berhasil diungkap dengan keberadaan CCTV yang dipasang di berbagai titik sampai perkampungan.
Sejumlah kriminalitas di Kota Semarang berhasil diungkap dengan keberadaan CCTV yang dipasang di berbagai titik sampai perkampungan.
 

RADARSEMARANG.ID, Semarang - Sebanyak 34 ribu CCTV sudah terpasang di berbagai titik Kota Semarang.

Keberadaan mata-mata digital ini ternyata bisa menjadi upaya menjaga keamanan dan menjadi cara dalam mengungkap berbagai kriminalitas maupun pelaku kejahatan.

Kasus penembakan istri anggota TNI di Jalan Cemara 3, Kecamatan Banyumanik, 18 Juli 2022 pukul 12.00 WIB salah satunya. 

Kasus besar ini berhasil terungkap karena pelaku sempat terekam kamera CCTV di kampung tersebut.

Pihak kepolisian akhirnya bisa bergerak dan mengungkap berbagai kejadian kriminalitas tersebut.

Selain itu ada juga kasus pembunuhan sopir taxi online di Jalan Mugas Dalam, Kecamatan Semarang Selatan, Senin 24 Juli 2023. Kejadian tertangkap karena kamera CCTV.

Ada juga kasus perampokan Rp 561 juta di Jalan Krakatau, Karangtempel, Semarang Timur, Senin 17 Januari 2021.

Kejadian terbaru, pembacokan di Jalan Kartini II, Kamis 22 Februari 2024. Kasus itu berhasil terungkap setelah ada rekaman CCTV memperlihatkan pelaku dua pelaku.

Operator Command Center Polrestabes Semarang, Mahardika Nugraha, mengatakan ribuan CCTV terkoneksi dalam Aplikasi Libas.

Andalan warga Kota Semarang untuk melaporkan ketika melihat adanya suatu tindak kejahatan. 

"Kita punya CCTV yang terdata dari warga sendiri ada 34 ribu CCTV. Pemkot itu ada 22 ribu CCTV yang mengawasi di setiap gang, minimal itu kita ada 1 CCTV di Kota Semarang. Itu terkoneksi di Libas Command Centre," katanya.

Aplikasi Libas sudah ada di Smartphone sejak 2021. Penggunaan untuk pelaporan juga sangat mudah.

Warga cukup menekan tombol SOS, warna merah yang terkoneksi dengan Markas Presisi Command Center (PCC) Polrestabes Semarang.

Kemudian, di markas kepolisian langsung berbunyi alarm. "Aplikasi ini didownload warga itu sampai dengan hari ini sudah 236 ribu," jelasnya.

Penggunaan aplikasi ini ternyata tidak hanya warga Kota Semarang. Bahkan, sering kali adanya laporan yang masuk ke Presisi Command Center dari luar Kota Semarang.  Ada misalnya warga Demak menghubungi terkait pencurian HP.

Kemudian ada beberapa laporan juga terkait penipuan dari luar kota semarang. Termasuk ungkap kasus hewan anjing itu dapat laporan dari Palimanan.

"Kita itu paling banyak di hari Jumat Sabtu minggu itu bisa mencapai sekitar paling banyak 20 laporan ke aplikasi Libas. Kalau rata-rata 10 laporan. Kalau hari kerja ya paling 7 laporan," tambahnya.

Polrestabes Semarang juga mengapresiasi warga yang berinisiatif memasang kamera CCTV di tengah perkampungan. Termasuk yang dilakukan Pemkot Semarang.

"Dengan hal ini, sangat membantu kepolisian dalam menangani sebuah kasus atau tindak kejadian," tambahnya. (mha/fth)

Editor : Baskoro Septiadi
#semarang #keamanan #KRIMINALITAS #CCTV