Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Kronologi Bayi 3 Bulan Meninggal Tidak Wajar di Panti Asuhan Semarang, Polisi Bongkar Makam Korban

Muhammad Hariyanto • Selasa, 13 Februari 2024 | 00:23 WIB
Makam bocah perempuan berusia tiga bulan di Pemakaman Bergota, Randusari, Semarang Selatan, dibongkar kepolisian, Senin (12/2/2024). (M Hariyanto/Jawa Pos Radar Semarang)
Makam bocah perempuan berusia tiga bulan di Pemakaman Bergota, Randusari, Semarang Selatan, dibongkar kepolisian, Senin (12/2/2024). (M Hariyanto/Jawa Pos Radar Semarang)

RADARSEMARANG.ID, Semarang - Makam bayi perempuan berusia tiga bulan di Pemakaman Bergota, Randusari, Semarang Selatan, dibongkar kepolisian, Senin (12/2/2024).

Pembongkaran ini dilakukan untuk penyelidik kaitannya dugaan kematian yang tidak wajar.

Bocah bernama AZD ini dimakamkan pada Minggu (11/2) kemarin. Sedangkan pembongkaran dilakukan setelah adanya pelaporan dari pihak orang tua korban, bernama C, warga Kabupaten Pati, ke Polsek Genuk diteruskan ke Polrestabes Semarang.

Kasatreskrim Polrestabes Semarang, Kompol Andika Dharma Sena menegaskan anggotanya telah mendatangi lokasi panti asuhan tersebut, dan melakukan olah TKP.

Kemudian juga melakukan exhumasi atau pembongkaran makam korban.

"Karena adanya laporan ini kami harus mengetahui penyebabnya. Sehingga tadi pagi lakukan exhumasi, kita bongkar makamnya," ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Semarang, Senin (12/2/2024).

AZD dititipkan orangtuanya perempuan di Panti asuhan Rumah anak Surga Jalan Bangetayu Kulon, Kecamatan Genuk sejak berusia satu minggu, tepatnya 11 September 2023. Penitipan dengan alasan, kedua orangtuanya cerai.

Pihaknya juga menegaskan, pihak Orangtua kandung korban juga telah mengijinkan untuk dilakukan pembongkaran.

Setelah itu, jenazah dibawa ke RSUP dr Kariadi Semarang guna dilakukan otopsi, untuk mengetahui penyebab kematian korban.

"Dengan exhumasi itu sendiri, orangtua korban mengijinkan otopsi. Sekarang sedang dalam proses otopsi di RSUP dr Kariadi," tegasnya.

Sebelum meninggal, bocah tersebut berada berada di panti asuhan. Awalnya korban menangis. Oleh bidan pengasuhnya, korban ditaruh dengan posisi tengkurap dengan maksud agar diam.

Kemudian ditinggal pengasuh untuk mengurus bayi yang lainya. Namun, sekitar 15 menit berikutnya ternyata korban tidak bergerak kemudian.

Awalnya sempat dicek, dan ternyata korban sudah mengeluarkan darah dari hidungnya. Kemudian korban dibawa ke Puskemas Bangetayu guna mendapatkan perawatan.

Lantaran tutup, kemudian dibawa ke RSI Sultan Agung Semarang. Namun, sesampai dilokasi RSI sudah dalam keadaan meninggal.

"Saksi saksi sendiri, sudah ada dua orang yang kami ambil keterangan. Semua masih saksi. Nanti akan kita infokan kembali terkait progres penangananya," katanya.

Kasatreskrim belum berani menyebutkan penyebab meninggalnya korban dengan alasan masih penyelidikan.

Setelah dari RSI, korban dilakukan pemakaman bersama saksi-saksi dan beberapa pengurus yayasan, di TPU Bergota.

"Kalau proses pemakaman ada arahan permintaan Ketua Yayasan. Itu masih kita dalami semua, terkait proses pemakaman dan sebagainya," pungkasnya. (mha/bas)

Editor : Baskoro Septiadi
#Meninggal #Bergota #bocah