Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Sekuriti Kawasan Industri Banjardowo Genuk Semarang Tewas Bersimbah Darah, Polisi Beberkan Kronologi Ini

Muhammad Hariyanto • Sabtu, 10 Februari 2024 | 22:31 WIB
Perugas melakukan olah tempat kejadian perkara.
Perugas melakukan olah tempat kejadian perkara.

 

RADARSEMARANG.ID, Semarang - Seorang sekuriti bernama Edy Rusianto, warga Banjardowo, Kecamatan Genuk ditemukan tewas bersimbah darah di dalam pos penjagaan, Sabtu (10/2/2024) sekitar pukul 07.00.

Diduga, pria 56 tahun ini menjadi korban pembunuhan.

"Ini masih kita dalami. Apakah penganiayaan atau pembunuhan. Tapi ini sepertinya pelaku sudah melakukan perencanaan," ungkap Kapolsek Genuk, Kompol Rismanto, kepada Jawa Pos Radar Semarang, Sabtu (10/2/2024).

Informasi yang diperoleh, korban petugas keamanan kawasan Industri Banjardowo Genuk.

Kali pertama yang mengetahui kejadian ini adalah Hasim, yang sedang berada di Pos retribusi.

Kemudian didatangi seorang pria tak dikenal yang mencari korban.

"Kemudian saksi menuju Alfamart dan memberitahu korban bahwa ada yang mencari dirinya," katanya.

Setelah menyampaikan, saksi ini kembali ke dalam pos retribusi.

Sedangkan korban menuju pos keamanan. Sedangkan pria yang mencari korban juga masih ada di dalam pos keamanan.

"Selang tidak berapa lama, saksi mendengar suara keributan. Lalu saksi menghampiri didalam pos keamanan, dan diketahui korban sudah berlumuran darah hampir jatuh," bebernya.

Sementara, pria yang mencari korban tersebut langsung lari keluar pos keamanan menuju rekannya naik sepeda motor yang sudah standby di tepi jalan depan alfamart.

Sedangkan korban tidak terselamatkan, alias meninggal. Kemudian kejadian ini dilaporkan ke Polsek Genuk.

"Korban luka di bagian kepala belakang dan pelipis kanan meninggal di TKP. Ini masih kita lakukan penyelidik, ada satu orang yang kita amankan. Masih kita dalami keterangannya," pungkasnya. (mha/bas)

Editor : Baskoro Septiadi
#sekuriti #tewas #bersimbah darah