RADARSEMARANG.ID, SEMARANG - Ketua DPR RI Puan Maharani meresmikan penggilingan padi Rice Mill yang dimiliki oleh Badan Usaha Milik Petani (BUMP) Kota Semarang di Purwosari, Kecamatan Mijen, Sabtu (13/1).
Acara peresmian tersebut turut diiringi dengan peluncuran program Kita Tani Muda.
Dalam sambutannya, Puan Maharani mengungkapkan kekagumannya atas inovasi yang dimiliki Pemerintah Kota atau Pemkot Semarang tersebut.
Baca Juga: Semarang 10K Sukses Digelar, Pemkot Semarang Beri Peluang Pelaksanaan Ke depan Lebih Besar
"Saya dalam perjalanan dari pusat kota ke sini tidak menyangka di tengah-tengah pertanian persawahan, dibangun Rice Mill atau penggilingan padi di tengah sawah," kata Mbak Puan. Keberadaan Rice Mill seperti di kota Semarang ini menurutnya merupakan gagasan yang patut ditiru oleh seluruh kota dan kabupaten di Indonesia.
Puan melanjutkan, keberadaan Rice Mill di tengah sawah dapat mengatasi keluhan petani terkait jarak dan biaya transportasi.
"Saya muter ke mana-mana, Rice Mill justru tidak di tengah sawah seperti ini, ada juga yang jauh dari pertaniannya. Sehingga petani itu suka mengeluh karena jauh, dan harus memikirkan ongkos dan sebagainya. Padahal dengan seperti ini akan menyatu dengan petaninya," paparnya.
Rice Mill milik BUMP di Purwosari memiliki kapasitas tampung 10 ton gabah kering dan mampu mengolah 5 ton gabah setiap harinya.
Petani dapat menjual gabah kering langsung ke BUMP untuk diolah oleh Rice Mill. Puan berharap fasilitas ini dapat dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk mendukung kesejahteraan petani.
Peresmian rice mill ini sendiri sebagai wujud perhatian Pemerintah Pusat kepada kelompok tani khususnya di Kelurahan Purwosari, Kecamatan Mijen, Kota Semarang, karena pembangunannya melalui DAK (Dana Alokasi Khusus) Kementerian Pertanian tahun anggaran 2023.
Sementara itu Wali kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu, menyambut baik peresmian Rice Mill ini.
"Hari ini kami sangat bangga karena mbak Puan bisa menghadiri peresmian rice mill. Karena ini merupakan salah satu cara bagaimana agar Kota Semarang ini daulat pangan. Semua bersama-sama mendirikan bagaimana pertanian ini bisa maju walaupun kota Semarang ini merupakan kota metropolitan," ungkap mbak Ita sapaan akrabnya.
Pihaknya mengungkapkan bahwa program pertanian perkotaan di kota Semarang sudah lama dirintis dan masih memiliki potensi besar.
"Kota Semarang masih memiliki pertanian yang sangat luas. Pertanian di Kota Semarang ini masih ada 30 ribu hektar lahan produktif dan 2 ribu hektar lahan lestari," ungkapnya.
Dengan adanya Rice Mill ini, diharapkan ketahanan pangan di Kota Semarang semakin kuat, hal tersebut diperkuat dengan keberadaan program ketahanan pangan lain seperti program Pak Rahman, BUMP Lumpangsemar, termasuk launching program Kita Tani Muda untuk mendongkrak inovasi pertanian oleh generasi muda. (isk)
Editor : Tasropi