Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Oma Opa Ikuti Art Therapy di Panti Werdha Elim, Tuangkan Memori Masa Lalu Dalam Sebuah Seni Paper Clay

Figur Ronggo Wassalim • Rabu, 8 November 2023 | 17:07 WIB

 

Sejumlah opa oma menuangkan masa lalunya melalui karya seni paper clay. NUR CHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG
Sejumlah opa oma menuangkan masa lalunya melalui karya seni paper clay. NUR CHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG
 

RADARSEMARANG.ID, Semarang -  Semakin bertambah usia, kesehatan harus semakin dijaga. Apalagi memasuki usia senja.

Butuh imun yang kuat agar tak mudah terserang penyakit. Salah satu kuncinya adalah bahagia dan tetap semangat.  

Menyibukkan diri dengan segala kreativitas untuk menghasilkan karya seni adalah terapi yang baik bagi lansia agar tetap produktif. Itulah yang dilakukan oma dan opa di Panti Werdha Elim, Selasa (7/11).

Sejumlah oma dan opa melakukan art therapy untuk membangkitkan imun. Mereka terlihat sibuk membuat berbagai miniatur terbuat dari paper clay (tanah liat kertas).

Seperti perahu, bet tenis meja, semangka, bentuk hati, cobek dan lainnya. Mereka membuat dengan suka cita sambil mengingat masa lalu.

Salah satunya, Halim. Pria 74 tahun itu dengan bangga memperlihatkan karya seninya, miniatur bet tenis meja dan perahu.

Bukan tanpa alasan Halim membuat itu. Dua benda tersebut mengingatkan hobi dan kebiasaannya saat kecil. Halim bernostalgia saat masih duduk di bangku SD.

Miniatur bet tenis meja karena dulu ketika kelas 1 SD sangat gemar bermain tenis meja saat jam kosong.

Sedangkan miniatur perahu karena ia sering melihat perahu di daerah Jepara dan Demak.

"Kalau perahu ini saya dulu suka memancing dan sering melihat perahu," ujarnya.

Psikolog Panti Werdha Elim, Aprilia Subandriyo, mengungkapkan, kegiatan ini merupakan bagian art terapi.

Para oma opa membayangkan atau mengingat masa lalu kemudian dituangkan dalam sebuah karya menggunakan paper clay.

 Baca Juga: ASN Kendal Sayangkan Penundaan Pembayaran TPP Selama Dua Bulan

"Hartanya yang dimiliki ini cerita kenangan masa lalu, sehingga terapi kesenian ini diperlukan," katanya.

Sembari para oma opa mengukir paper clay, mereka menceritakan masa lalu tentang benda tersebut. Sehingga membangkitkan semangat dan meningkatkan imun.

"Kenangan dan kebahagiaan terus dirasakan ketika dulu bersama keluarga," ujarnya.

Oma opa lainnya juga dilakukan terapi lain untuk menguatkan memori. "Terapi ini untuk meningkatkan bahagia," tandasnya. 

 Baca Juga: Jadwal Pertandingan Timnas Indonesia di Piala Dunia U-17 2023

Ada 58 klien dari usia 60 ke atas yang memiliki aktivitas produktif. Setiap pagi mereka beribadah rutin. “Kemudian membuat keterampilan, senam dan lainnya setiap seminggu dua kali," imbuh Staff Panti Werdha Elim, Slamet Basuki. (fgr/zal)

 

Editor : Baskoro Septiadi
#Imun #KARYA SENI #paper clay #Art Therapy