RADARSEMARANG.ID, Semarang - Lima orang remaja diamankan warga di daerah Bergota Krakal, Kelurahan Randusari, Semarang Selatan, Rabu (18/10/2023) sekitar pukul 03.00. Diduga mereka akan melakukan tawuran.
"Iya benar, kita amankan lebih tepatnya warga duluan yang mengamankan. Kemudian melaporkan, terindikasi mau melakukan tawuran, karena bawa senjata tajam, kendaraan. Ada lima orang yang dimakan warga," ungkap Kapolsek Semarang Selatan, Kompol Indra Jaya Syafputra, kepada Jawa Pos Radar Semarang, Rabu (18/10/2023).
Lima orang tersebut, salah satunya adanya perempuan bernama Tata Dwi Nugraheni, Srikuncoro Semarang Barat. Kemudian Krisna alias Babun, laki- laki, warga Karangrejo Utara, Kecamatan Banyumanik. Raka Bagas alias Kancil, warga Candisari.
Niko Ardiansyah warga Sembungharjo Kecamatan Genuk, dan David Prasetya, warga Tandang Kecamatan Tembalang.
"Yang perempuan ikut rombongannya itu. Entah ikut pacarnya atau seperti apa, kita tidak mendalami, langsung kita serahkan ke Polrestabes Semarang. untuk dilakukan penanganan oleh Unit PPA Polrestabes Semarang," bebernya.
Lima orang yang diamankan tersebut mengatasnamakan geng Tegalsari Army. Mereka datang secara rombongan mengendarai sepeda motor menuju lokasi tersebut hendak melakukan aksi tawuran dengan kelompok atau geng bernama Kansas Thamrin.
Beruntung aksi tersebut berhasil dicegah warga. Lima orang berhasil diamankan, dan lainnya kabur. Selanjutnya, diserahkan ke pihak kepolisian untuk dilakukan penanganan lebih lanjut.
"Kalau pecah tawurannya belum. Tapi yang jelas sudah bawa senjata tajam celurit. Dan mereka bukan warga situ," katanya.
Selain lima orang, juga diamankan delapan sepeda motor, sebelas senjata tajam, diantaranya celurit dan satu stik golf. Kapolsek menambahkan, sekarang ini penanganan kasus tersebut dilakukan oleh Polrestabes Semarang.
"Mungkin di Polrestabes juga akan dikembangkan, apakah termasuk rombongan pelaku yang penyerangan kemarin (di Randusari)," pungkasnya. (mha/bas)
Editor : Baskoro Septiadi