RADARSEMARANG.ID, SEMARANG - Kabut asap akibat kebakaran Tempat Pembuangan Akhir (TPA), Jatibarang, Manyaran, Semarang Barat, melanda sebagian wilayah Semarang Sabtu pagi (7/10/23),
Siang ini dari pantauan RadarSemarang.ID, kabut asap terlihat mulai menipis.
Kabut asap yang tadi pagi menyelimuti wilayah seputar TPA Jatibarang, seperti Manyaran, Pasadane, Kembang Arum, Wologito dan Kalibanteng, siang ini terlihat sudah hilang.
Meski, demikian warga yang beraktivitas di sekitar TPA Jatibarang, masih mengenakan masker, agar tidak menghirup asap.
“Ya mas, pakai masker, karena tadi pagi asapnya tebal banget, saya sampai agak susah nafas, sama mata pedih” tutur Bowo, petugas SPBU Jatibarang kepada RadarSemarang.ID, Sabtu siang (7/10/23).
Seperti diberitakan, asap tebal menyelimuti wilayah Manyaran dan sekitarnya, menyusul kembali terbakarnya TPA Jatibarang.
Akibatnya, banyak warga yang tiba-tiba terkena batuk karena menghirup asap.
“Bangun pagi,buka pintu koq pekat, ta kiro kabut, tiwas ta hirup dalam-dalam, jebul asap kebakaran TPA Jatibarang” tutur Nico, warga Perumahan Pasadena, Ngaliyan.
Di kampung Klampisan, menurut Aryani, salah satu warga, bahkan terpaksa mengungsikan anak-anak mereka ke lokasi yang lebih aman, karena asap yang cukup tebal.
“Di Klampisan, banyak warga yang mengungsikan anak-anak kecil karena sangat mengganggu pernafasan, sudah mulai banyak yang batuk-batuk” tutur Aryani.
Pekatnya asap akibat kebakaran TPA Jatibarang, juga membuat jarak pandang pengguna jalan terganggu. Jalanan menjadi penuh asap.
“Ya tadi jalannya penuh asap, jadi mesti hati-hati, karena selain mengganggu pernafasan, juga bikin pedih dimata” timpal Suparjono, sopir truk yang baru saja melintas di kawasan Manyaran.
Asap imbas kebakaran TPA Jatibarang, menurut Hidayat, warga Kedungpane, sudah mulai dirasakan warga sejak Jumat malam.
“Oalah pantes tadi malam, vibes di Kedungpane kayak di Jepang, ada kabut-kabutnya gitu, jebul asap kebakaran Jatibarang to” katanya.
Seperti diberitakan, Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatibarang, dalam dua pekan ini terbakar. Bahkan, sejak Jumat petang, api kebakaran sudah mulai merambah di zona 3 dan zona 4.
Petugas Damkar Kota Semarang, dibantu personel BPBD dan Brimob, berusaha memadamkan api agar tidak semakin meluas, namun mengalami kesulitan menjinakkan si jago merah.
“Kita terus berusaha keras, setelah pergantian shift jam 11 malam tadi, alhamdulillah api sudah berhasil dipadamkan” ungkap Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kota Semarang. (sls/ap)
Editor : Agus AP