RADARSEMARANG.ID, Semarang - Anugerah Jawa Pos Radar Semarang 2023 berlangsung meriah. Sebanyak 31 tokoh dan instansi mendapatkan apresiasi dari redaksi Jawa Pos Radar Semarang.
Pemberian penghargaan bagi sosok-sosok inspiratif ini berlangsung di Hotel Quest Simpanglima, Kota Semarang, Jumat (22/9).
Sosok-sosok penerima penghargaan ini memiliki inovasi yang bisa menjadi contoh bagi orang lain. Inovasi dalam membangun Jawa Tengah.
Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu misalnya. Perempuan yang akrab disapa Mbak ita ini memiliki inovasi untuk menekan angka inflasi di Kota Semarang lewat program Pak Rahman (Pasar Pangan Rakyat Murah dan Aman).
Pasar murah yang berkeliling ke kelurahan dan tempat keramaian ini sangat membantu masyarakat dalam mendapatkan bahan pangan murah.
Dan hasilnya, Kota Semarang termasuk salah satu daerah yang angka inflasinya lebih rendah dari angka nasional.
Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat lain lagi. Ia fokus pada penghilangan kebiasaan buang air besar sembarangan.
Dari kerja kerasnya, kini Wonosobo telah mengantongi predikat 100 persen Open Defecation Free (ODF) atau Bebas Buang Air Besar Sembarangan. Keberhasilan ini berkorelasi pada menurunnya angka stunting di Kabupaten Wonosobo.
Penghargaan khusus Lifetime Achievement diberikan pada kurator dan kolektor senirupa Oei Hong Djien atau yang akrab disapa OHD. Lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia ini merupakan salah satu tokoh berpengaruh dalam perkembangan senirupa Indonesia.
Dalam kesempatan ini, OHD mengucapkan terima kasih atas pemberian penghargaan. "Perasaan saya malam ini sangat terharu dan sangat berterimakasih kepada Pak Baehaqi. Mudah-mudahan tidak mengecewakan dan anugerah ini diberikan kepada orang yang tidak keliru," ujarnya bangga.
Setelah menerima piala dan sertifikat penghargaan, OHD menyempatkan diri menyumbangkan permainan biola dengan irama Bengawan Solo.
Direktur Jawa Pos Radar Semarang Baehaqi dalam sambutannya menjelaskan, anugerah ini kembali diselenggarakan untuk mengapresiasi orang hebat yang telah berjasa untuk negeri.
Baehaqi mengisahkan dua orang sahabat. Si Kurus dan Si Gendut. Ketika perjalanan di sebuah padang pasir terjadi perselisihan. Si Gendut menampar Si Kurus. Kemudian Si Kurus menuliskan peristiwa itu dalam sebuah pasir.
Mereka kemudian melanjutkan perjalanan. Tiba-tiba Si Kurus terperosok dalam lubang. Kemudian Si Gendut menolongnya. Lagi-lagi Si Kurus menuliskan, kali ini ditulisnya di sebuah batu.
"Kami ingin menuliskan nama bapak ibu di piala. Sama seperti si kurus yang menuliskan peristiwa di pasir dengan tujuan supaya cepat menghapus peristiwa dan melupakannya. Namun juga menuliskan di batu abadi dan bisa mengenang sampai mati," tuturnya.
Sementara CEO Jawa Pos Media Leak Kustiyo mengatakan, bangga terhadap Jawa Pos Radar Semarang yang telah terus menerus menggelar event penghargaan kepada insan berjasa untuk negeri.
"Kami bangga event ini sudah dijalankan selama sembilan tahun, kami pantas sebut sebagai tradisi," ucap Leak.
Kegiatan ini terselenggara berkat dukungan berbagai pihak. Antara lain Semen Gresik, Laboratorium Cito, PT Sidomuncul, PT Bhimasena Power Indonesia, Polkesmar Semarang, UPGRIS, Unissula, Ar-Bani Madinah Wisata. Kemudian ada BPR Arto Moro, Bank Magelang, Bank Salatiga, RSUD Tidar Magelang, Perumda Air Minum Tirta Aji Wonosobo, Perumda Air Minum Tirto Panguripan Kendal, SMP IT PAPB Semarang, FIF Group, Moko Garmen, Rivera, sanggar tari Srikandi dan pihak lainnya. (ifa/zal)
Editor : Baskoro Septiadi