Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Kasus Dugaan Pemukulan Ketua DPC Partai Gerindra Berlanjut, PDI-Perjuangan Pastikan Maju ke Ranah Hukum

Adennyar Wicaksono • Minggu, 10 September 2023 | 01:05 WIB
Ketua DPC PDI- Perjuangan, Hendrar Prihadi
Ketua DPC PDI- Perjuangan, Hendrar Prihadi

SEMARANG – Kasus dugaan pemukulan yang dilakukan Joko Santoso, Ketua DPC Partai Gerindra Kota Semarang, kepada kader PDI-Perjuangan Semarang Utara, Suparjiyanto, Jumat (8/9) malam, berbuntut panjang.

Ketua DPC PDI- Perjuangan, Hendrar Prihadi langsung memberikan respon.

Kejadian pemukulan ini, diduga terjadi karena usai memasang bendera berlambang banteng tersebut di Jalan Cumi-cumi Bandarharjo Semarang Utara.

"Betul tadi malam ada kawan kami yang memasang bendera, kemudian didatangi oleh Ketua DPC Gerindra Kota Semarang, diduga saat itu terjadi pemukulan," katanya saat dihubungi Sabtu (9/9).

Dugaan pemukulan, dilakukan di kediaman Supriyanto.

Hendi sapaannya, mengaku sudah mendapatkan laporan, dan meneruskan laporan tersebut ke DPD PDI-Perjuangan Jateng dan DPP, serta Sekjen Hasto Kristianto.

"Saya selaku ketua DPC PDIP Kota Semarang melaporkan kepada Bambang Wuryanto (Pacul) selaku Ketua DPD PDIP Jateng dan Sekjen PDIP Mas Hasto Kristianto," ujar Hendi.

Hendi mengaku, sesuai arahan DPD dan DPP, DPC diminta meredam emosi kawan-kawan atau kader di Semarang agar tidak terjadi pertikaian, ataupun berbuntut panjang.

Pihaknya memilih melanjutkan ke ranah hukum.

"Perintah dari DPD dan Sekjen, kami di DPC diminta untuk meredam emosi kawan-kawan agar di Semarang tidak terjadi pertikaian. Kami lebih memilih melaporkan ke kepolisian," tambahnya.

Sementara itu, di Jakarta, Sekjen PDIP Hasto Kristianto mengatakan kejadian ini menjadi pelajaran bagi seluruh elemen politik untuk menunjukkan sikap dewasa dalam berdemokrasi.

"Ini masa yang sangat penting untuk menunjukkan kualitas demokrasi sesuai dengan nilai-nilai pancasila yang tidak mengedepankan emosi dan pemaksaan kehendak," ujar Hasto.

Hasto menyesalkan terhadap tindakan politik yang menggunakan kekerasan karena itu bertentangan dengan pancasila.

Oleh sebab itu pula Hasto memerintahkan kader PDIP agar tidak menggunakan emosi dan menyelesaikan dengan hukum yang berlaku.

"Selanjutnya kami dari PDIP berusaha akan membangun kerukunan, serta mengedepankan akal sehat dalam berpolitik," pungkasnya. (den/ap)

Editor : Agus AP
#pemukulan #dpc pdi perjuangan #DPC Partai Gerindra #joko santosa #Hendrar Prihadi