Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Napak Tilas 156 Tahun Perjalanan Kereta Api Pertama di Indonesia , Singgah di Stasiun Tertua

Adennyar Wicaksono • Jumat, 11 Agustus 2023 | 16:49 WIB

Para peserta napak tilas 156 tahun perjalanan kereta api pertama di Indonesia dengan mengenakan pakaian adat nusantara. (inzet) Iklan perjalanan kereta api pertama di koran De Locomotief edisi 31 Juli
Para peserta napak tilas 156 tahun perjalanan kereta api pertama di Indonesia dengan mengenakan pakaian adat nusantara. (inzet) Iklan perjalanan kereta api pertama di koran De Locomotief edisi 31 Juli
RADARSEMARANG.ID, Semarang - Sejarah kereta api di Indonesia berawal dari Semarang. Tepat 156 tahun lalu, kuda besi pengangkut orang tersebut pertama kali melaju dari Stasiun Samarang menuju Stasiun Tangoeng (Tanggung).

Sebuah iklan terpasang pada koran De Locomotief edisi 31 Juli 1867. Isinya tentang rencana Nederlandsch Indische Spoorweg Maatschappij (NISM) memberangkatakan kereta api dari Stasiun Samarang pada 10 Agustus 1867.

Kereta diberangkatkan pada pukul 07.00. Ada empat stasiun yang disinggahi. Mulai dari Stasiun Samarang, Allas-Toewa, Broemboeng dan tiba di Tangoeng pada 08.00. Ini merupakan kereta api pertama di Hindia Belanda, nama Indonesia saat itu.

Kehadiran kereta api di Semarang ditandai dengan pencangkulan pertama pembangunan oleh Gubernur Jendral Hindia Belanda Mr. L. A. J Baron sloet Van den Belee pada tahun 1864.

Pembangunan jalur kereta api dengan lebar sepur 1435 mm ini dilaksanakan oleh NISM dan mulai dioperasikan pada 10 Agustus 1867. Selanjutnya, NISM melanjutkan pembangunan jalur kereta api ke daerah Vorstenlanden (Yogyakarta dan Surakarta) dan selesai pada 1872.

“Semarang dapat dikatakan sebagai kota kereta api bersejarah, sebagai kota tempat kelahiran kereta api di Indonesia,” kata Kepala KAI Daop 4 Semarang, Wisnu Pramudyo dalam acara peringatan pengoperasian kereta api (KA) pertama di Indonesia 156 tahun lalu.

Cara yang dilakukan cukup unik, yakni dengan melakukan napak tilas menggunakan KA lokomotif livery vintage dengan nomor seri CC 201 83 31.

Karena Stasiun Samarang saat ini sudah tidak ada, pemberangkatan dimulai dari Stasiun Tawang. Selanjutnya menuju tiga stasiun tertua dalam sejarah KA, stasiun Alastua, Brumbung dan berakhir di Tanggung.

Selain itu juga dilakukan fashion show dengan menggunakan pakaian adat di Stasiun Tanggung.

Kegiatan ini diikuti sekitar 200 peserta yang terdiri dari komunitas pencinta kereta api, komunitas sejarah, sesepuh Desa Tanggungharjo Kabupaten Grobogan, serta jajaran Internal KAI dan para pensiunan pegawai PT KAI.

“Kalau tidak ada perjalanan 156 tahun lalu, tidak ada kemajuan KA sampai seperti saat ini. Saat itu Indonesia negara pertama di Asia Tenggara yang memiliki KA, diharapkan nantinya, angkutan kereta api dapat terus meningkat dari tahun ke tahun dan menjadi tulang punggung transportasi nasional,” jelas Wisnu.

Dalam kesempatan tersebut, juga dilakukan seminar tentang sejarah KA di Indonesia, yang menghadirkan narasumber Tjahjono Rahardjo.

“Tentu sangat bangga, dan senang karena sebagai generasi penerus kita bisa mengetahui sejarah perkeretaapian di Indonesia, yang cikal bakalnya ada di Semarang,” kata Lisa, salah satu peserta. (den/ton)

 

Editor : Baskoro Septiadi
#Stasiun #Stasiun Tangoeng #KERETA API