Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Melintasi Jalur Ekstrem Penghubung Undip – Unnes, Pastikan Motor Fit, Jangan Berprasangka Buruk

Adennyar Wicaksono • Senin, 7 Agustus 2023 | 16:05 WIB

Pengguna motor harus ekstra hati-hati ketika melewati jalur tanjakan curam dan berkelok di jalan alternatif penghubung Srondol dan Sekaran ini.
Pengguna motor harus ekstra hati-hati ketika melewati jalur tanjakan curam dan berkelok di jalan alternatif penghubung Srondol dan Sekaran ini.
RADARSEMARANG.ID, Semarang - Jalan tembus Srondol-Unnes termasuk salah satu jalur rawan kecelakaan di Semarang, Kontur tanah yang naik turun tajam dan jalan berkelok membuat pengendara motor banyak yang jatuh terpeleset.

Tapi jalur ekstrem ini tetap jadi pilihan untuk memangkas waktu dan jarak dari kampus Unnes Sekaran ke Undip Tembalang

Abrey Heriyanto selalu deg-degan ketika melintasi jalan alternatif penghubung Jalan Kyai Mojo, Srondol dengan kampus Universitas Negeri Semarang (Unnes) Sekaran ini.

Apalagi ketika melewati turunan tajam dan berkelok. Bahkan ketika berboncengan dengan adiknya, Abro Heriyanto, sang adik ia suruh turun dari motor.

"Tadi dari atas sengaja adik saya disuruh turun dulu, karena tahu motor ini remnya agak bermasalah. Daripada terjadi sesuatu yang gak diinginkan, mending mencegah sebelum terjadi,” kata Abrey.

Kakak beradik ini termasuk sering melewati jalan ini. Sebab ini merupakan jalur tercepat dari Sekaran, Gunungpati bila ingin ke Undip, Tembalang. “Kita juga biasa lewat sini, tapi tetap masih panik dan ada perasaan takut jatuh."

"Tiap lewat lintasan ini banyak ngucap istighfar sama doa-doa juga," tambah Abro.

Suwandi, warga sekitar juga pernah celaka di tempat tersebut. Meski sering lewat, tapi kondisi cuaca juga berpengaruh.

“Saya sendiri pernah kecelakaan bersama anak saya saat lewat jalan ini saat hujan rintik-rintik, karena rumah saya di Srondol Kulon. Dibilang jalur ini lebih dekat, tetapi semenjak jatuh sudah tidak berani lagi pakai motor lewat sini,” tuturnya.

Dikatakannya, saat hujan, banyak pengendara motor yang tidak berani untuk lewat. Guyuran air sering membawa material lumpur dan kerikil sehingga membuat jalan jadi licin.

Mereka bisa memilih jalur lain yang lebih jauh, lewat Karangrejo, Jatingaleh atau Jalan Pramuka, Pudakpayung.

“Banyak mahasiswa saat ingin melewati jalan ini untuk ke Undip belum cukup berani. Maka, disarankan menggunakan alternatif lainnya,” tambahnya.

Pemilik warung sekitar jalan alternatif Srondol-Unnes Lakshmi Haryanti mengakui bahwa sering terjadi kecelakaan di jalur ekstrem tersebut.

Terlebih bagi pengguna jalan yang sudah berprasangka buruk. Kerapkali mereka mendapatkan imbas terjatuh atau terpeleset.

"Belum lama, kemarin warga sini ada yang jatuh karena remnya blong dan mengalami keretakan pada kakinya. Itu juga langsung dibantu sama warga sekitar, tapi karena kesalahan dari pemilik motor yang gak merhatiin mesin termasuk rem motornya,” katanya.

Satpam Asrama Laki-laki Unnes Yudik Ravianto menambahkan ada kebiasaan pengguna jalan yang kadangkala memicu celaka. Seperti cenderung panik dan tidak memahami cara penggunaan rem.

"Kecelakaan pasti ada aja. Apalagi yang baru pertama kali lewat jalan ini suka pada panik dan ujung-ujungnya jatuh. Tapi kalau udah tahu dan pernah beberapa kali melalui kelak-kelok jalan ini, pasti akan terbiasa,” katanya.

“Yang buat pengendara jatuh karena ngerem cuma pakai rem depan doang. Jadi ya, harus gunakan kedua rem motor menyesuaikan juga sama kondisi jalan tersebut," lanjut Yudik.

Tunggu Anggaran Pemerintah Pusat

Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang bakal kembali berkomunikasi dengan Kementerian PUPR untuk membangun jalan tembus Srondol-Unnes.

Sebelumnya, rencana pembangunan jalan ini sempat mengemuka, namun karena adanya refocusing anggaran saat pandemi Covid-19, program ini tidak lagi menjadi prioritas.

Sejatinya pembangunan jalan tembus Srondol-Unnes ini bisa dibilang sangat diperlukan. Memang ada jalan eksisting dari perkampungan yang terletak di belakang Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK) Unnes, menuju Srondol. Sayangnya, jalan yang ada sempit dan cukup curam dan bisa dibilang membahayakan.

“Dulu sempat aja rencana itu, kita ajukan ke PUPR. Tapi karena pendemi dan ada refocusing, belum ada kejelasan lagi,” kata Sih Rianung kepada Jawa Pos Radar Semarang saat masih menjabat sebagai kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Semarang, 26 Juli 2023.

Rianung menerangkan, beberapa tahun lalu sempat dilakukan pembebasan lahan di beberapa titik.

Meski hanya sebagian kecil, sebenarnya akses jalan tembus ini, cukup memangkas waktu ketimbang lewat Sekaran, Sampangan, Pawiyatan Luhur, baru menuju ke daerah Srondol.

“Dulu rencananya dibuat jalan baru, memang membutuhkan anggaran yang besar sehingga harus menggandeng pusat. Mungkin belum jadi prioritas, tapi jika terealisasi sangat memangkas waktu,” tambahnya.

Menurut dia, jika menggunakan anggaran APBD Pemkot, cukup memberatkan. Saat ini Pemkot sendiri, memprioritaskan pengentasan banjir di Ibu Kota Jateng, pasalnya imbasnya sangat besar dari sisi perekonomian. (mg1/mg2/mg3/mg4/den/ton)

 

 

Editor : Baskoro Septiadi
#UNNES #semarang #jalur ekstrem #UNDIP