Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Kekeringan Mulai Landa Wilayah Semarang, Sungai di Jabungan Sudah Dua Bulan Mengering

Figur Ronggo Wassalim • Rabu, 2 Agustus 2023 | 17:26 WIB

 

Warga RW 5 Kelurahan Jabungan mendapatkan bantuan air bersih dari BPBD Kota Semarang Selasa (1/8).
Warga RW 5 Kelurahan Jabungan mendapatkan bantuan air bersih dari BPBD Kota Semarang Selasa (1/8).

RADARSEMARANG.ID, Semarang - Beberapa daerah di Kota Semarang mengalami kekeringan sebagai dampak El Nino. Seperti di Kelurahan Jabungan Kecamatan Banyumanik, Kelurahan Rowosari Kecamatan Tembang, dan Kelurahan Wonoplumbon Kecamatan Mijen.

Di Kelurahan Jabungan, Banyumanik, ada enam RW dan 33 RT yang terdampak. Terlihat, berbagai pohon di sekitar kebun warga sudah mulai layu.

Selain itu, sungai yang menjadi sumber kehidupan warga sudah mengering sejak dua bulan terakhir. 

Warga berbondong-bondong mengangsu air bersih ketika truk tangki dari BPBD Kota Semarang tiba Selasa (1/8). Ada yang antre membawa jeriken, ember hingga galon air mineral.

Salah seorang warga RT 1 RW 5 Kelurahan Jabungan Wahyuni mengaku sudah dua bulan ini mengandalkan bantuan air bersih. Sekali datang, ia bisa mengisi lima galon berukuran 19 liter.

Ia tampak tertatih-tatih menggendong air menuju rumahnya karena jalannya menanjak. "Karena air ini mau buat mandi, buat masak, buat cuci itu tidak cukup," katanya.

Di RW 5, ada 150 warga mengeluh karena sungai dan sumur yang ada sudah mengering. "Harapannya ada air artetis untuk warga lah mas, biar tidak kesusahan seperti ini," katanya.

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Semarang Bambang Haryanto menjelaskan, warga Kelurahan Jabungan sangat prihatin karena mengalami kekeringan dan membutuhkan air bersih.

Pihaknya mengirim dan mengecek keadaan warga Jabungan yang sangat membutuhkan. "Ini tambah warganya yang sangat membutuhkan, karena Pamsimasnya juga sudah kering," katanya.

Pihaknya mendistribusikan dua truk tangki kapasitas 5000 liter air. "Hari Kamis besok akan dikirim lagi, sampai Pamsimas sudah berjalan atau warga sudah memiliki sumber air lagi," katanya.

Dikatakan, kekeringan yang terjadi merupakan dampak cuaca ekstrem atau el nino. "Kemarin di Rowosari dan Wonoplumbon Mijen kami juga mendistribusikan air," jelasnya. (fgr/mg1/mg4/ton)

 

Editor : Baskoro Septiadi
#semarang #KEKERINGAN #KEMARAU #el nino