RADARSEMARANG.ID, Semarang - Berbagai cara unik dilakukan menyambut Tahun Baru 1445 Hijriyah.
Salah satunya di Kawasan Tugu Soeharto, Kelurahan Bendan Duwur, Kecamatan Gajahmungkur, ratusan warga mengadakan Gebyar Gelar Budaya.
Ratusan warga berkumpul untuk mengadakan tradisi tumpengan dan doa bersama. Selain itu makan bubur suro yang menjadi ciri khas mengawali tahun baru Islam.
Acara juga disemarakkan dengan pembacaan salawat Nabi Muhammad dan pengajian bersama.
Pantuan koran ini, ratusan warga bersiap di SMP IT Insan Cendekia untuk menyambut bulan Muharram. Mereka sudah memadati lokasi sekitar pukul 16.00 WIB.
Menjelang Maghrib, atau pukul 17.00, warga melakukan doa bersama. Yakni membaca doa akhir tahun dan awal tahun.
Kemudian melakukan makan tumpeng dan bubur suro bersama. Dilanjut menabuh bedug, rebana dan kentongan sebagai tanda pergantian tahun Hijriyah.
Ketua panitia, Muamar, menjelaskan kegiatan Gelar Gebyar Budaya 1 Muharram 1445 Hijriyah dimulai kirab santri TPQ Baitul Makmur, lomba tumpeng, doa bersama, dan makan bubur Suro.
"Malamnya ada pentas seni dari masing-masing RW kemudian wayangan semalam suntuk," katanya.
Diakuinya, peringatan 1 Muharram ini baru diadakan lagi karena sejak pandemi dua tahun lalu vakum.
“Malam biasanya ada tradisi kungkum di Sungai Tugu Soeharto oleh masyarakat sebagai wujud penyucian dan pembersihan diri," jelasnya.
Lurah Bendan Duwur Raden Budi Ambar Santoso Wahyu Mahardi mengatakan, doa bersama sebagai bentuk ikhtiar supaya selama setahun kedepan mendapatkan kelimpahan rezeki. (fgr/bud)
Editor : Baskoro Septiadi