RADARSEMARANG.ID, Salatiga – Tak sekadar meraih gelar doktor, dosen Universitas Islam Negeri (UIN) Salatiga, Andi Bahtiar Semma, sukses menuntaskan studi doktoral melalui program double degree di Indonesia dan Belgia. Prestasi itu ditorehkan dengan predikat cumlaude dan IPK 3,95.
Andi Bahtiar merupakan dosen Fakultas Sains dan Teknologi (Fasainsstek) UIN Salatiga. Ia menyelesaikan studi S3 Informatika konsentrasi Data Science di Universitas Amikom Yogyakarta melalui program kolaborasi dengan Faculty of Engineering, Department of ETRO-RDI, Vrije Universiteit Brussel (VUB), Belgia.
Program double degree tersebut menuntut mahasiswa memenuhi standar akademik di dua perguruan tinggi sekaligus. Selain penguasaan keilmuan, proses studi juga menuntut ketekunan dalam riset dan kemampuan beradaptasi dengan lingkungan akademik internasional.
Andi mengaku bersyukur dapat menuntaskan studi dengan capaian akademik tersebut. Baginya, gelar doktor dan IPK 3,95 bukan sekadar pencapaian pribadi, tetapi juga amanah untuk mengembangkan ilmu pengetahuan di lingkungan kampus.
“Alhamdulillah, ini adalah amanah dan karunia Allah SWT. Perjalanan studi double degree di Amikom Yogyakarta dan VUB Brussels Belgia tentu tidak mudah, penuh tantangan riset dan adaptasi,” ujar Andi.
Ia berharap keahlian di bidang data science dapat diterapkan untuk mendukung transformasi digital UIN Salatiga. Termasuk memperkuat riset berbasis kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) serta membuka peluang kolaborasi internasional yang lebih luas.
Rektor UIN Salatiga, Prof. Dr. Zakiyuddin, M.Ag., mengapresiasi capaian tersebut. Menurut dia, prestasi Andi menjadi salah satu modal penting untuk mendorong internasionalisasi kampus dan meningkatkan daya saing riset.
“Kami sangat bangga. Double degree dari Amikom dan VUB Brussels dengan IPK 3,95 adalah capaian luar biasa. Ini sejalan dengan visi UIN Salatiga sebagai kampus Green Wasathiyah yang berdampak,” kata Zakiyuddin.
Dia berharap semakin banyak dosen UIN Salatiga melanjutkan pendidikan hingga jenjang doktoral dan membangun jejaring akademik lintas negara. Penguatan sumber daya manusia dinilai penting untuk mempercepat pengembangan kampus menuju world-class university.
Apresiasi juga disampaikan Dekan Fakultas Dakwah UIN Salatiga, Prof. Dr. H. Adang Kuswaya, M.Ag. Ia menilai keahlian Andi berpotensi dikolaborasikan dengan pengembangan dakwah digital, pengolahan big data dakwah, hingga pemanfaatan AI untuk kemaslahatan umat.
Capaian tersebut diharapkan menjadi dorongan bagi pengembangan riset lintas disiplin di UIN Salatiga. Perpaduan keahlian teknologi, data science, dan kecerdasan buatan berpeluang melahirkan inovasi yang bermanfaat bagi kampus maupun masyarakat luas.
Editor : Baskoro Septiadi