Tubuh Jadi Instrumen Musik, Mahasiswa PIAUD UIN Salatiga Belajar Body Percussion

Dhinar Sasongko • Dipublikasikan Kamis, 24 September 2026 | 18:44 WIB
Paparan dihadapan mahasiswa PIAUD FTIK
Paparan dihadapan mahasiswa PIAUD FTIK

RADARSEMARANG.ID, Salatiga - Calon guru Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) perlu memahami musik bukan hanya sebagai aktivitas bernyanyi, tetapi juga sebagai bagian dari pengalaman belajar dan perkembangan anak.

Pesan itu disampaikan akademisi Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Semarang (UNNES), Prof. Dr. Syahrul Syah Sinaga, M.Hum., saat menjadi narasumber Visiting Lecture Mata Kuliah Seni Musik Prodi PIAUD FTIK UIN Salatiga, Kamis (24/9/2026).

Kegiatan yang berlangsung di K3.A.LABSENI, Gedung Ahmad Dahlan, UIN Salatiga tersebut membahas berbagai bentuk eksplorasi musik yang dapat dikembangkan dalam pembelajaran anak usia dini.

Baca Juga: Pemerintahan Kabupaten Semarang Gelar Steril Gratis untuk 100 Kucing Jantan

Di hadapan mahasiswa, Syahrul menjelaskan bahwa kegiatan musikal dapat memberi ruang bagi anak untuk bergerak, mengenali irama, berkomunikasi, mengekspresikan perasaan, dan mengembangkan kreativitas.

Salah satu aktivitas yang dikenalkan adalah poliritmia tubuh atau body percussion. Dalam kegiatan tersebut, tubuh dimanfaatkan sebagai sumber bunyi melalui tepukan, jentikan jari, gerakan, maupun pola ritmis yang dipadukan dengan nyanyian.

Menurut Syahrul, aktivitas semacam itu dapat digunakan untuk mengenalkan perbedaan warna suara atau timbre sekaligus melatih koordinasi gerak dan perhatian anak.

Ia menambahkan, pembelajaran musik tidak selalu membutuhkan alat musik khusus. Benda sederhana yang berada di lingkungan sekitar anak juga dapat dimanfaatkan sebagai sumber bunyi untuk mengenalkan ritme, pola suara, gerak, dan ekspresi.

“Ketika anak menghasilkan bunyi, bergerak mengikuti irama, atau mencoba membuat pola bunyi, mereka sedang melakukan eksplorasi. Guru perlu menangkap proses itu dan mengarahkannya menjadi pengalaman belajar,” kata Syahrul.

Ketua Prodi PIAUD UIN Salatiga, M. Agung Hidayatulloh, S.S., M.Pd.I., mengatakan visiting lecture tersebut digelar untuk memperluas pengalaman akademik mahasiswa melalui perjumpaan dengan akademisi yang memiliki kepakaran di bidangnya.

“Kami ingin mahasiswa memperoleh perspektif yang lebih luas mengenai musik dalam pendidikan anak usia dini. Pemahaman itu diharapkan menjadi bekal ketika mereka menjalani praktik pembelajaran dan memasuki dunia profesi,” ujarnya.

Agung mengatakan, calon pendidik juga perlu mampu merancang kegiatan musik yang sesuai dengan tahap perkembangan anak serta memiliki tujuan pembelajaran yang jelas.

Sekretaris Prodi PIAUD UIN Salatiga sekaligus dosen pengampu Mata Kuliah Seni Musik, Dr. MS Viktor Purhanudin, M.Pd., mengatakan kuliah tamu tersebut dirancang untuk mempertemukan materi perkuliahan dengan praktik pendidikan anak usia dini.

Selain body percussion, mahasiswa juga diajak memahami variasi pola ritme yang dapat digunakan dalam kegiatan pembelajaran.

Menurut Viktor, pola ritme asimetris seperti birama 5/8 atau 7/8 dapat menjadi salah satu alternatif untuk memperkaya pengalaman musikal anak, di samping pola birama yang lebih umum digunakan dalam lagu anak.

Baca Juga: Salatiga Jadi Tuan Rumah 12 Cabor Porprov, KONI Bidik 51 Emas

“Anak umumnya lebih akrab dengan birama 2/4, 3/4, atau 4/4. Pengenalan pola ritme yang lebih beragam dapat memperluas pengalaman pendengaran sekaligus memberi variasi dalam aktivitas gerak,” kata Viktor.

Ia menjelaskan, kegiatan musik bagi anak perlu dirancang dengan mempertimbangkan tujuan pedagogis. Dengan demikian, kegiatan musikal tidak berhenti pada aktivitas bernyanyi atau memainkan bunyi, tetapi juga diarahkan untuk mendukung proses belajar dan perkembangan anak.

Menurutnya, forum bersama narasumber juga menjadi ruang bagi mahasiswa untuk menguji pemahaman, berdiskusi, serta menggali persoalan yang ditemui selama mengikuti perkuliahan.

Salah seorang mahasiswa PIAUD UIN Salatiga, Sekar Arini, mengatakan kegiatan tersebut memberikan perspektif baru mengenai pemanfaatan musik dalam pembelajaran anak usia dini.

“Selama ini musik sering kami pahami melalui kegiatan bernyanyi, memainkan alat musik, atau menyiapkan lagu untuk anak. Dari kegiatan ini kami memperoleh pemahaman yang lebih luas mengenai cara menggunakan musik untuk membantu proses belajar dan perkembangan anak,” ujarnya.

Editor : Baskoro Septiadi
piaud ftik pelatihan mahasiswa UIN Salatiga