ISPA dan 6 Penyakit Lain Naik, DKK Salatiga Ingatkan Warga Jangan Anggap Sepele

Dhinar Sasongko • Dipublikasikan Minggu, 20 September 2026 | 09:34 WIB
Kadis Kesehatan dr Prasit Al Hakim
Kadis Kesehatan dr Prasit Al Hakim

RADARSEMARANG.ID, Salatiga – Warga Salatiga diminta tidak menganggap sepele gejala penyakit yang muncul belakangan ini. Pemantauan Dinas Kesehatan Kota (DKK) Salatiga menunjukkan adanya kenaikan tren pada tujuh penyakit dalam empat pekan terakhir.

Kepala DKK Salatiga dr. Prasit Al Hakim mengatakan, data Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons (SKDR) Minggu ke-33 hingga Minggu ke-36 tahun 2026 menunjukkan sejumlah penyakit mengalami peningkatan.

Baca Juga: Siswa Salatiga Bikin Game VR, Bawa Isu Krisis Lingkungan ke Kompetisi Internasional Malaysia

Pada Minggu ke-36, tercatat 24 penyakit yang dipantau melalui SKDR. Dari jumlah tersebut, tujuh penyakit mengalami peningkatan tren. Yakni suspek diare akut, ISPA, suspek demam tifoid, pneumonia, suspek dengue, gigitan hewan penular rabies (GHPR), dan malaria.

"Perubahan tren ini menjadi perhatian kami. Pemantauan terus dilakukan untuk mengetahui sejak dini jika terjadi peningkatan kasus yang berpotensi menjadi kejadian luar biasa," kata Prasit.

ISPA menjadi salah satu penyakit yang paling banyak ditemukan. Bahkan, bersama diare akut, suspek demam tifoid, suspek dengue dan pneumonia, penyakit tersebut masuk lima besar kasus terbanyak.

Kondisi ini membuat masyarakat diminta memperketat pola hidup bersih dan sehat. Terutama memasuki kondisi cuaca yang dapat memicu gangguan kesehatan.

Prasit meminta kelompok rentan, seperti balita, lansia dan penderita penyakit kronis, mendapat perhatian lebih. Saat kondisi berdebu, masyarakat juga dianjurkan menggunakan masker bila diperlukan.

"Kalau mengalami gejala gangguan saluran pernapasan, segera periksakan diri. Jangan menunggu kondisi semakin berat," tegasnya.

Tak hanya ISPA. DKK juga mengingatkan masyarakat mewaspadai diare dan demam tifoid dengan memastikan air minum aman, makanan dikelola secara higienis, serta rajin mencuci tangan menggunakan sabun.

Di sisi lain, DKK mempertahankan surveilans aktif melalui SKDR. Laporan dari puskesmas dipantau dan dianalisis setiap pekan untuk membaca perubahan tren penyakit.

Langkah tersebut dilakukan sebagai deteksi dini agar setiap kenaikan kasus bisa segera direspons. Terlebih, tujuh penyakit saat ini menunjukkan tren peningkatan dan membutuhkan kewaspadaan bersama.

Editor : Baskoro Septiadi
prasit al hakim ispa flu demam Dinas Kesehatan