RADARSEMARANG.ID, Salatiga – Api yang sempat dianggap sudah padam justru kembali membesar. Bara dari pembakaran sampah kering diduga merembet hingga membakar kandang ayam milik warga di Jalan Ki Penjawi, Sarirejo, Sidorejo Lor, Kecamatan Sidorejo, Senin (14/9) petang. Kandang berukuran 6 x 3 meter itu akhirnya ludes terbakar.
Peristiwa tersebut diketahui sekitar pukul 18.30 WIB. Sebelumnya, sekitar pukul 17.00 WIB, pemilik kandang, Hadi Suparno, membakar sampah kering atau sampah rumah tangga di belakang rumah.
Lokasi pembakaran berada tak jauh dari kandang ayam yang konstruksinya menggunakan kayu dan beratap genting.
Sekitar pukul 17.30 WIB, Hadi sempat mengecek lokasi pembakaran. Saat itu, api terlihat sudah padam.
Baca Juga: 56 Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak Terjadi di Salatiga, Diduga Banyak yang Belum Terungkap
Namun, bara ternyata masih menyimpan panas. Sekitar satu jam kemudian, api kembali membesar dan menjalar ke kandang ayam.
Kobaran api membuat warga sekitar berdatangan membantu pemadaman. Laporan kemudian diteruskan ke Polsek Sidorejo dan petugas pemadam kebakaran.
Anggota Polsek Sidorejo bersama Damkar, BPBD Kota Salatiga dan warga langsung melakukan pemadaman serta pengamanan di sekitar lokasi.
Setelah berjibaku sekitar satu jam, api berhasil dipadamkan sekitar pukul 19.30 WIB. Petugas juga memutus aliran listrik melalui MCB utama untuk mencegah risiko sengatan listrik selama proses penanganan.
Akibat kebakaran tersebut, kandang ayam seluas sekitar 18 meter persegi mengalami kerusakan. Sekitar 40 ekor ayam turut terdampak.
Kerugian materiil ditaksir mencapai Rp5 juta. Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian tersebut.
Kapolsek Sidorejo AKP Sarwoko mengatakan, polisi melakukan pengecekan lokasi dan meminta keterangan pemilik serta sejumlah saksi untuk memastikan kronologi kebakaran. Penanganan juga dilakukan dengan mengutamakan keselamatan warga di sekitar lokasi.
Kapolres Salatiga AKBP Jonathan David Harianthono mengingatkan masyarakat agar tidak sembarangan membakar sampah, terutama di dekat bangunan, kandang, tumpukan kayu maupun material yang mudah terbakar.
“Api yang terlihat kecil tetap memiliki potensi untuk membesar dan menimbulkan kebakaran,” tegas Jonathan.
Dia juga meminta warga memastikan api dan bara benar-benar padam setelah melakukan pembakaran sampah. Kondisi kemarau dan angin dapat membuat api cepat merambat.
Editor : Baskoro Septiadi