RADARSEMARANG.ID, Salatiga – Pemkot Salatiga memperketat pengawasan program Makanan Bergizi Gratis (MBG). Dinas Kesehatan meluncurkan Sistem Informasi Monitoring Aman Tepat Terpadu dan Akurat Makanan Bergizi Gratis (Simantap MBG), Kamis (3/9/2026).
Peluncuran dilakukan dalam Workshop Program Kesehatan Anak pada Masyarakat di Ruang Plumpungan, Gedung Setda Lantai 4. Sistem tersebut disiapkan untuk memperkuat pemantauan dan evaluasi pelaksanaan MBG di Kota Salatiga.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Salatiga dr. Prasit Al Hakim mengatakan pengawasan terutama diarahkan untuk memastikan MBG berjalan aman, tepat, dan terukur. Informasi dari lapangan diharapkan bisa diterima lebih cepat sehingga persoalan dapat segera ditindaklanjuti.
“Stimulasi, deteksi, dan intervensi dini tumbuh kembang harus dilakukan secara maksimal. Peran kita semua menjadi modal kuat untuk menghasilkan generasi yang sehat dan berkualitas,” tegas Prasit.
Simantap MBG merupakan aksi perubahan yang digagas Oni Suciati, SKM., M.Kes., peserta Pelatihan Kepemimpinan Administrator Angkatan 5 BPSDMD Provinsi Jawa Tengah. Sistem ini menjadi instrumen untuk memantau pelaksanaan MBG secara lebih terstruktur.
Prasit juga meminta masyarakat ikut mengawasi. Apabila menemukan persoalan dalam pelaksanaan atau keamanan makanan, masyarakat diminta segera menyampaikan informasi agar dapat ditangani.
Pengawasan dinilai penting karena MBG menyasar kelompok yang membutuhkan perhatian khusus, termasuk ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. Keamanan pangan menjadi salah satu hal yang tidak boleh diabaikan dalam pelaksanaan program tersebut.
Ketua TP PKK sekaligus Bunda PAUD Kota Salatiga Retno Robby Hernawan mengatakan pemenuhan gizi harus berjalan seiring dengan pemantauan tumbuh kembang anak. Perhatian tidak hanya pada pertumbuhan fisik, tetapi juga perkembangan kognitif, bahasa, sosial, dan emosional.
“Anak adalah amanah sekaligus investasi peradaban. Fondasi kualitas sumber daya manusia Salatiga di masa mendatang ditentukan oleh kesehatan, gizi, pendidikan, stimulasi, perlindungan, dan kasih sayang yang kita berikan hari ini,” ujarnya.
Retno mendorong kolaborasi orang tua, pendidik, kader Posyandu, tenaga kesehatan dan pemerintah terus diperkuat. Kegiatan tersebut kemudian dilanjutkan dengan pemaparan materi stimulasi dan pemantauan tumbuh kembang balita serta anak prasekolah oleh dr. Dicky Adrian Tedja, Sp.A.
Editor : Baskoro Septiadi