RADARSEMARANG.ID, Salatiga – Pertemuan kembali dengan keluarga bukan menjadi akhir perjalanan Nuryanto, 57, setelah 21 tahun terpisah. Justru dari rumah di Dusun Kebonsamas, Kelurahan Bugel, Kecamatan Sidorejo, Salatiga, proses pemulihan Nuryanto memasuki tahap baru.
Setelah bertahun-tahun hidup tanpa keluarga, Nuryanto kini kembali dalam perawatan kakak kandungnya, Zaenuri. Kondisinya disebut jauh lebih baik setelah menjalani rehabilitasi di Panti Jalma Sehat, Jekulo, Kudus.
Namun, Nuryanto masih membutuhkan pendampingan. Ia lebih banyak diam, meski sudah mampu merespons percakapan melalui tatapan dan memahami pembicaraan.
Relawan sosial Salatiga Saeful Fanani mengingatkan keluarga agar telaten merawat dan mengawasi Nuryanto. Sebab, sebelum hilang sekitar 2004–2005, Nuryanto memang dikenal kerap pergi meninggalkan rumah.
Baca Juga: 21 Tahun Hilang, Nuryanto Pulang Berkat Jejak Salatiga yang Disebutnya
“Selama kembali ya diam. Meski merespons percakapan dengan tatapan dan memahami, namun dia banyak diamnya,” kata Saeful.
Menurut dia, keberhasilan mempertemukan Nuryanto dengan keluarga harus dilanjutkan dengan perawatan yang konsisten. Terlebih, selama berada di Kudus, Nuryanto mendapatkan penanganan yang membuat kondisi psikisnya berangsur membaik.
“Dalam perawatan di Kudus ini Nuryanto mulai sehat dan bisa diajak bicara dan mengatakan Salatiga,” ujarnya.
Karena itu, Saeful berharap keluarga tidak hanya melihat kepulangan Nuryanto sebagai pertemuan setelah puluhan tahun. Keluarga perlu memastikan kebutuhan perawatan dan pendampingannya tetap terpenuhi.
Jejaring pendampingan juga tetap disiapkan. Jika keluarga mengalami kesulitan merawat, relawan akan berkoordinasi dengan Dinas Sosial Salatiga untuk mendapatkan penanganan lanjutan, termasuk kemungkinan dirujuk ke fasilitas kesehatan jiwa.
Nuryanto sebelumnya ditemukan dalam operasi yang dilakukan tim Pemkab Kudus pada 2018. Ia kemudian ditempatkan di Jalma Sehat untuk menjalani rehabilitasi.
Informasi mengenai Nuryanto kembali terbuka setelah Adi dari Jalma Sehat menghubungi Saeful dan mengirimkan nama, alamat serta video Nuryanto. Saeful mengenali Nuryanto karena pernah melihatnya saat masih kecil.
Penelusuran kemudian dilakukan melalui tokoh masyarakat di Kebonsamas hingga keluarga Nuryanto ditemukan. Setelah identitasnya dipastikan, Saeful berkoordinasi dengan Dinas Sosial Salatiga dan Nuryanto dijemput dari Kudus pada Jumat (21/8/2026).
Baca Juga: PBAK FTIK UIN Salatiga 2026, Usung Tema Moderasi dan Ekoteologi
Kini, setelah 21 tahun berlalu, Nuryanto kembali memiliki rumah untuk pulang. Tantangannya adalah memastikan rumah itu menjadi tempat yang aman baginya untuk menjalani hari-hari berikutnya.
Editor : Baskoro Septiadi