432 Warga Salatiga Terdampak Krisis Air Bersih

Dhinar Sasongko • Dipublikasikan Kamis, 20 Agustus 2026 | 09:18 WIB
Dropping air oleh BPBD Kota Salatiga
Dropping air oleh BPBD Kota Salatiga

 

RADARSEMARANG.ID, Salatiga – Krisis air bersih mulai melanda sejumlah wilayah di Kecamatan Argomulyo, Kota Salatiga. Hingga Agustus 2026, sebanyak 152 kepala keluarga (KK) atau 432 jiwa terdampak.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Salatiga telah menyalurkan bantuan air bersih sebanyak empat kali ke wilayah Kelurahan Randuacir dan Kumpulrejo.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Salatiga Sutarto mengatakan, dropping pertama dilakukan pada 20 Juli di Perumahan Asabri RT 003/RW 008, Randuacir. Sebanyak 12 KK atau 38 jiwa terdampak.

Selanjutnya, pada 4 Agustus, bantuan disalurkan ke TeteP RT 001/RW 010, Randuacir. Sebanyak 9 KK atau 25 jiwa mengalami kekurangan air bersih.

Baca Juga: Tiga Raperda Disahkan, Salatiga Gaspol Perkuat Kesehatan dan UMKM

Pada 7 Agustus, BPBD kembali mengirim bantuan ke dua wilayah di Kumpulrejo. Di Bendosari RT 002/RW 005, sebanyak 62 KK atau 186 jiwa terdampak. Sedangkan di Bendosari RT 004/RW 005, terdapat 69 KK atau 183 jiwa.

“Beberapa wilayah masih mengalami keterbatasan pasokan air bersih, terutama daerah yang berada di dataran tinggi,” kata Sutarto, Rabu (19/8).

BPBD menyiapkan tandon air berkapasitas 5.000 liter di sejumlah wilayah rawan kekeringan. Dua unit mobil tangki juga disiagakan untuk mendukung dropping air.

Sutarto meminta warga dan pemerintah kelurahan segera melaporkan kondisi kekeringan dan mengajukan permohonan bantuan jika pasokan air mulai menipis.

Jika kebutuhan meningkat, BPBD akan berkoordinasi dengan DLH, PDAM, Kodim, TNI, Polri, serta OPD terkait untuk memperkuat distribusi air bersih.

BPBD juga terus memantau wilayah yang berpotensi mengalami kekeringan. Upaya mitigasi dilakukan tidak hanya saat krisis terjadi, tetapi juga melalui sosialisasi kepada masyarakat.(sas)

Editor : Baskoro Septiadi
bpbd kota Salatiga kepala pelaksana AIR BERSIH