FTIK UIN Salatiga Gandeng DPR RI dan DIKTIS, Siapkan Lulusan PTKI Tembus Dunia Kerja

Dhinar Sasongko • Dipublikasikan Senin, 10 Agustus 2026 | 10:11 WIB
Kegiatan FTIK UIN Salatiga
Kegiatan FTIK UIN Salatiga

RADARSEMARANG.ID, Salatiga - Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) UIN Salatiga terus berupaya mendongkrak daya saing alumni di pasar kerja. Menggandeng Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (DIKTIS) Kemenag RI dan Komisi VIII DPR RI, FTIK menggelar Workshop Strategi Penyerapan Lulusan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) di Hotel Azana Garden Hill Resort Blora, Senin (10/8).

Kegiatan bagian dari Program Peningkatan Mutu Pendidikan Islam (Ngobrol Pendidikan Islam/NGOPI) tersebut diikuti ratusan akademisi serta mahasiswa.

Saat membuka acara, Dekan FTIK UIN Salatiga, Prof. Dr. Rasimin, M.Pd., menekankan pentingnya perguruan tinggi dalam merespons karakteristik Generasi Z serta tantangan lingkungan kerja masa kini.

"Generasi Z memiliki karakter dan ekspektasi tersendiri terhadap ekosistem kerja modern. PTKI dituntut mencetak lulusan yang cakap secara akademis sekaligus tangguh dalam beradaptasi dengan budaya kerja, mengelola isu kesehatan mental, serta berselancar di tengah fleksibilitas industri saat ini," tegas Prof. Rasimin.

Baca Juga: 4.229 Pegawai Pemkot Salatiga Kumpulkan Minyak Jelantah, Minimal Dapat 1400 liter Sekali Aksi

Dukungan serupa disampaikan Anggota Komisi VIII DPR RI, Hj. Sri Wulan, S.E., M.M. Lewat paparan bertajuk “Kolaborasi Kebijakan dan Dunia Kerja dalam Meningkatkan Daya Saing Lulusan PTKI”, ia menilai penyerapan alumni di pasar kerja membutuhkan sinergi lintas sektor yang solid.

"Perlu kolaborasi kuat antara Kemenag, DPR RI, pemda, PTKI, hingga Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI). Dukungan kebijakan dan pendanaan harus diarahkan pada program magang terstruktur, kelas praktisi, sertifikasi kompetensi, serta inkubasi kewirausahaan," ujar Sri Wulan.

Sementara itu, Dekan FTIK UIN Sunan Kudus, Prof. Dr. Adri Efferi, M.Ag., membedah materi “Future Skills Lulusan PTKI: Menyiapkan Talenta Unggul untuk Dunia Kerja yang Dinamis”. Ia menyoroti pentingnya penguasaan kemampuan kunci di era kecerdasan buatan (AI) dan ekonomi hijau.

"Lulusan PTKI wajib menguasai future skills, seperti literasi digital dan data, berpikir kritis, kreativitas, kepemimpinan, hingga bahasa asing. Penguasaan teknis ini diintegrasikan dengan nilai keislaman, moderasi beragama, serta etika kerja," jelas Prof. Adri.

Forum diskusi interaktif tersebut menghasilkan beberapa arah tindak lanjut utama: pemetaan kesenjangan kompetensi (skill gap), penguatan kurikulum berbasis proyek (project-based learning), revitalisasi pusat karier dan tracer study, perluasan kemitraan industri, pengembangan portofolio mahasiswa, serta pembangunan sistem informasi karier terpadu.

Peserta workshop asal Kudus, Edi Zamzuri, mengapresiasi langkah strategis ini sebagai peta jalan (roadmap) konkret bagi civitas akademika.

"Komitmen FTIK UIN Salatiga dalam menyusun program terukur ini menjadi langkah penting agar mahasiswa semakin percaya diri dan siap bersaing di dunia kerja yang dinamis," ungkapnya.

Editor : Baskoro Septiadi
prof rasimin UIN Salatiga generasi