Sambut HUT ke-81 RI, Akademisi UIN Salatiga Persembahkan Buku 'IPS Transformatif'

Dhinar Sasongko • Dipublikasikan Rabu, 5 Agustus 2026 | 16:21 WIB
Dekan FTIK UIN Salatiga Prof Rasimin
Dekan FTIK UIN Salatiga Prof Rasimin

 

RADARSEMARANG.ID, Salatiga - Menyambut peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia pada Agustus 2026, dua akademisi UIN Salatiga mempersembahkan karya monumental bagi dunia pendidikan nasional. Dekan FTIK UIN Salatiga Prof. Dr. Rasimin, M.Pd. bersama Sekretaris Prodi PIAUD UIN Salatiga Dr. MS Viktor Purhanudin, M.Pd. merilis buku akademis terbaru berjudul IPS Transformatif: Reorientasi Pembelajaran Sosial Berbasis Kreativitas Seni, Rabu (5/8).

Buku  merespons krisis pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) di sekolah yang selama ini dinilai dominan hafalan dan metode konvensional.

Rasimin mengungkapkan penyusunan karya ini berangkat dari kegelisahan panjang terhadap stigma mata pelajaran IPS yang kerap dianggap membosankan.

Baca Juga: Mau Ikut Upacara HUT ke-81 RI di Istana? Ini Syarat yang Harus Dipenuhi

"Keunikan dan kebaruan (novelty) utama buku ini terletak pada pemikiran ontologis yang menempatkan seni sebagai epistemologi, yaitu cara untuk mengetahui, menganalisis, dan merespons fenomena sosial. Masing-masing domain konten IPS kami sinkronisasikan secara sistematis dengan teknik-teknik artistik yang relevan," terang Rasimin.

Buku ini memuat empat model pembelajaran praktis, yakni Project-Based Learning (PjBL) Sosial-Artistik, Art-Informed Inquiry, Digital Storytelling, dan Community-Based Art. Sistem penilaiannya menggunakan kerangka asesmen otentik berubrik ganda demi menjaga keadilan bagi seluruh siswa.

Penulis turut membedah risiko estetisasi berlebih, sebuah kondisi ketika keindahan seni mengaburkan analisis sosial. Gambaran riil disajikan lewat analisis empat studi kasus di lapangan, termasuk evaluasi kritis atas kegagalan implementasi.

Sementara itu, Viktor menekankan pentingnya redefinisi peran serta identitas seorang pendidik dalam mengawal perubahan paradigma ini.

"Melalui terbitnya buku ini sebagai kado Kemerdekaan RI, kami berharap dapat mendorong transformasi identitas pendidik menjadi 'guru IPS yang seniman sekaligus guru seni yang sosiolog', guna menciptakan ekosistem pembelajaran sosial yang lebih transformatif di Indonesia," pungkas Viktor.

Editor : Baskoro Septiadi
prof rasimin viktor purhanuddin UIN Salatiga