Pendidikan Agama Hadapi Tantangan Global, UIN Salatiga Dorong Perspektif Keadilan Sosial

Dhinar Sasongko • Dipublikasikan Kamis, 30 Juli 2026 | 14:19 WIB
Acara pembukaan seminar yang dihadiri wali kota Salatiga
Acara pembukaan seminar yang dihadiri wali kota Salatiga

RADARSEMARANG.ID, Salatiga – Pendidikan agama di tengah dinamika global harus mampu memperkuat nilai kemanusiaan, toleransi, dan keadilan sosial. Isu tersebut menjadi pembahasan utama dalam Seminar Internasional bertajuk *Religion, Education, and Social Justice: Critical Perspective* yang digelar Universitas Islam Negeri (UIN) Salatiga di Merapi Ballroom Hotel Laras Asri, Kamis (30/7/2026).

Seminar menghadirkan akademisi dan pakar dari berbagai negara, termasuk Amerika Serikat dan Arab Saudi, untuk membahas tantangan pendidikan agama di tengah perubahan sosial, politik, dan budaya yang semakin kompleks.

Guru Besar UIN Salatiga, Prof. Dr. Phil. Widiyanto, M.A., menegaskan bahwa pendidikan agama tidak dapat dipisahkan dari realitas global yang terus berkembang.

Menurutnya, kebijakan pendidikan serta relasi agama dan politik yang tidak dikelola secara bijaksana berpotensi memicu konflik sekaligus meminggirkan kelompok minoritas.

Karena itu, pendidikan agama perlu dibangun dengan mengedepankan perspektif kemanusiaan, rasionalitas, serta keadilan sosial agar mampu melahirkan kebijakan publik yang inklusif dan berpihak kepada seluruh lapisan masyarakat.

Baca Juga: Bansos PKH dan BPNT Bakal Lebih Mudah Diakses? Kemensos Mulai Coba Portal Perlinsos Digital

Wali Kota Salatiga, dr. Robby Hernawan, Sp.OG., yang membuka kegiatan tersebut menyampaikan bahwa seminar internasional ini menjadi ruang penting untuk memperkuat kolaborasi antara kalangan akademisi dan pemerintah dalam menjawab berbagai tantangan pembangunan.

"Agama mengajarkan nilai kemanusiaan, pendidikan membentuk cara berpikir kritis, dan keadilan sosial menjadi tolok ukur apakah hasil pembangunan benar-benar dirasakan seluruh masyarakat," ujarnya.

Menurut Robby, ketiga aspek tersebut merupakan fondasi utama dalam membangun masyarakat yang harmonis, inklusif, dan berkeadilan. Karena itu, gagasan yang lahir dari forum akademik diharapkan tidak berhenti sebagai diskusi ilmiah, tetapi dapat menjadi rekomendasi bagi penyusunan kebijakan publik.

Ia berharap hasil seminar mampu memperkuat komitmen Kota Salatiga sebagai kota yang menjunjung tinggi toleransi, keberagaman, dan keadilan sosial, sekaligus memperkokoh peran perguruan tinggi dalam memberikan solusi atas berbagai persoalan bangsa melalui riset dan kajian ilmiah.

Editor : Baskoro Septiadi
keadilan sosial Robby Hernawan UIN Salatiga