RADARSEMARANG.ID, Salatiga – Rumah Sakit Paru (RSP) Ario Wirawan Salatiga resmi meluncurkan Program Fellowship Onkologi Thoraks dan Terapi Sistemik, Senin (29/6).
Program tersebut menjadi langkah strategis untuk mencetak dokter dengan kompetensi khusus dalam penanganan kanker paru dan kanker di rongga dada, sekaligus memperkuat layanan onkologi yang terus mengalami peningkatan.
Direktur Utama RSP Ario Wirawan Salatiga, drg. Saraswati, mengatakan kebutuhan layanan onkologi di rumah sakit terus meningkat.
Saat ini, kasus onkologi masuk dalam 10 besar layanan dengan kontribusi sekitar 32 persen dari total kunjungan pasien.
"Melalui program fellowship ini, peserta akan mendapatkan pembelajaran dari berbagai kasus yang ditangani di RSP Ario Wirawan. Harapannya kompetensi tenaga medis semakin meningkat sehingga pelayanan kepada pasien kanker menjadi lebih komprehensif," ujarnya.
Menurutnya, rumah sakit telah mengembangkan pelayanan onkologi secara menyeluruh, mulai dari diagnostik hingga terapi, sehingga menjadi tempat yang ideal untuk pendidikan dokter dalam bidang onkologi thoraks.
Wakil Menteri Kesehatan dr. Benyamin Paulus Octavianus, Sp.P, yang hadir meresmikan program tersebut menyampaikan bahwa pendidikan fellowship menjadi investasi penting dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan nasional.
"Program ini sangat penting karena ke depan pendidikan seperti ini akan meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan kepada masyarakat, khususnya di bidang onkologi thoraks dan terapi sistemik," katanya.
Selain pengembangan pendidikan, Kementerian Kesehatan juga memberikan perhatian terhadap kesejahteraan tenaga kesehatan. Salah satunya melalui penyediaan rumah dinas bagi dokter agar mereka dapat bekerja dengan lebih nyaman dan optimal.
"Kesejahteraan tenaga medis juga kami pikirkan. Dengan dukungan tersebut diharapkan pelayanan kepada masyarakat semakin baik," tambahnya.
Sementara itu, Koordinator Program Fellowship Onkologi Thoraks dan Terapi Sistemik, dr. Hasto Nugroho, Sp.P, menjelaskan pendidikan fellowship berlangsung selama enam bulan dengan pelatihan intensif di RSP Ario Wirawan.
Program tersebut dirancang untuk menghasilkan lulusan profesional yang berorientasi pada kepentingan masyarakat melalui sistem pelayanan klinik yang terintegrasi. Selama pendidikan, peserta akan mendapatkan pengalaman langsung didukung fasilitas lengkap, mulai dari radiologi, laboratorium patologi anatomik, ruang rawat inap hingga layanan kemoterapi.
"Tingginya jumlah kasus menjadi modal penting dalam proses pembelajaran peserta fellowship," jelasnya.
Ia mengungkapkan, hingga Juli 2026, layanan kemoterapi di RSP Ario Wirawan telah mencapai 2.902 tindakan, dengan 1.178 tindakan di antaranya merupakan kemoterapi untuk kanker paru. Tingginya volume pelayanan tersebut menjadi bukti bahwa rumah sakit memiliki pengalaman klinis yang kuat untuk mendukung pendidikan dokter di bidang onkologi thoraks.
Dengan peluncuran program fellowship ini, RSP Ario Wirawan diharapkan menjadi salah satu pusat rujukan pendidikan sekaligus pelayanan kanker thoraks di Indonesia, sehingga mampu meningkatkan kualitas penanganan pasien kanker secara berkelanjutan.
Editor : Baskoro Septiadi