Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

183 Petugas Sensus Ekonomi Turun ke Lapangan, BPS Salatiga Minta Warga Tak Terpengaruh Hoaks

Dhinar Sasongko • Kamis, 25 Juni 2026 | 16:21 WIB
Pelatihan petugas sensus ekonomi 2026
Pelatihan petugas sensus ekonomi 2026

RADARSEMARANG.ID, Salatiga – Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Salatiga menerjunkan 183 petugas untuk melaksanakan pendataan Sensus Ekonomi 2026 (SE2026) di seluruh wilayah Kota Salatiga.

Pendataan berlangsung mulai 15 Juni hingga 31 Agustus 2026 dengan menyasar seluruh aktivitas usaha nonpertanian, mulai dari usaha mikro, usaha rumahan, usaha berbasis daring hingga perusahaan skala besar.

Ketua Tim Integrasi Pengolahan dan Diseminasi Statistik (IPDS) BPS Kota Salatiga Dani Dwi Widagdo mengatakan, hingga saat ini pelaksanaan pendataan di Salatiga berjalan lancar dengan respons masyarakat yang cukup baik.

Baca Juga: Update Transfer Liga 2 2026/2027, Irvan Mofu Resmi ke Semen Padang, Sumsel United Buru Eks Pelatih Timnas Indonesia

“Alhamdulillah sampai saat ini respons masyarakat Salatiga baik. Petugas dapat menjalankan tugas pendataan dengan lancar dan masyarakat cukup kooperatif,” ujarnya.

Di tengah pelaksanaan sensus, BPS juga menyoroti munculnya sejumlah informasi di media sosial yang mengajak masyarakat menolak pendataan.

Menyikapi hal tersebut, Dani meminta masyarakat maupun petugas lapangan untuk bersikap bijak dan tidak mudah terpengaruh informasi yang belum tentu benar.

Menurutnya, informasi yang beredar di media sosial harus disikapi secara cermat dan tidak dijadikan dasar untuk menolak kegiatan sensus yang merupakan program resmi pemerintah.

“Kami mengimbau agar berita di media sosial disikapi dengan bijak. Jika ada keraguan, masyarakat dapat menghubungi BPS untuk memperoleh informasi yang benar,” katanya.

Dani menjelaskan, seluruh petugas yang diterjunkan telah dibekali pemahaman mengenai etika saat bertugas di lapangan. Mereka diminta menjaga kesopanan, berkomunikasi dengan baik, serta menjelaskan tujuan kedatangan kepada responden.

Petugas juga diwajibkan memberikan penjelasan mengenai maksud dan tujuan sensus ekonomi sehingga masyarakat memahami pentingnya data yang dikumpulkan. Data tersebut nantinya menjadi dasar penyusunan kebijakan pembangunan ekonomi baik di tingkat daerah maupun nasional.

Selain itu, petugas diminta tidak bersikap reaktif apabila menemui situasi di lapangan yang menyerupai isu atau narasi yang beredar di media sosial. Semua kendala harus disikapi secara profesional dan sesuai prosedur yang telah ditetapkan BPS.

Sensus Ekonomi 2026 merupakan sensus ekonomi ketujuh yang dilaksanakan BPS dan digelar setiap sepuluh tahun sekali.

Kegiatan ini bertujuan memotret kondisi terkini dunia usaha Indonesia, termasuk perkembangan UMKM, usaha digital, hingga sektor jasa yang terus tumbuh.

Baca Juga: Update Transfer Liga 2 2026/2027, Kendal Tornado FC Prioritaskan Stabilitas dan Pertmbangkan Homebase di Stadion Sriwedari Solo

Melalui SE2026, pemerintah berharap memperoleh data yang akurat mengenai struktur dan karakteristik usaha di Indonesia sebagai dasar perencanaan pembangunan ekonomi, penyusunan kebijakan investasi, penciptaan lapangan kerja, serta penguatan daya saing daerah.

BPS Salatiga berharap masyarakat dapat menerima kedatangan petugas sensus dan memberikan informasi yang benar sesuai kondisi usaha yang dijalankan. Partisipasi masyarakat dinilai menjadi kunci utama keberhasilan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026.(sas)

Editor : Baskoro Septiadi
#dani widagdo #bps salatiga #sensus ekonomi