Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

400 Atlet Berebut Gelar di Kejurkot Bulutangkis Salatiga, PBSI Bidik Lahirnya Juara Baru

Dhinar Sasongko • Rabu, 17 Juni 2026 | 10:26 WIB
Kabid Olahraga Dispora menyerahkan piala kepada Ketua PBSI disaksikan pengurus KONI setempat
Kabid Olahraga Dispora menyerahkan piala kepada Ketua PBSI disaksikan pengurus KONI setempat

 

RADARSEMARANG.ID – Riuh suara kok yang beradu dengan raket menggema di GOR SMUKI Salatiga. Lebih dari 400 atlet bulutangkis dari berbagai kelompok usia turun gelanggang dalam Kejuaraan Kota (Kejurkot) Bulutangkis Kota Salatiga yang digelar selama lima hari ke depan.

Ajang tahunan yang diselenggarakan PBSI Kota Salatiga itu tak sekadar menjadi arena perebutan gelar juara, tetapi juga panggung pencarian bibit-bibit atlet yang diproyeksikan membawa nama Salatiga ke level yang lebih tinggi.

Ketua PBSI Kota Salatiga, dr. Vita Olivia, mengatakan Kejurkot tahun ini mempertandingkan 21 nomor pertandingan dari berbagai kategori usia. Salah satu yang paling menyita perhatian adalah nomor Tunggal Taruna Putra (TTA), kelas bergengsi yang mempertemukan para pemain muda terbaik di Kota Salatiga.

Baca Juga: Messi Belum Habis! Hattrick di Usia 38 Tahun Antar Argentina Hajar Aljazair 3-0

"Peserta yang mengikuti Kejurkot tahun ini lebih dari 400 atlet. Mereka berasal dari berbagai kelompok usia dan seluruhnya sudah terdaftar dalam Sistem Informasi PBSI Kota Salatiga," ujarnya.

Tak hanya pertandingan resmi, suasana kejuaraan juga dibuat lebih meriah dengan digelarnya fun game bagi anak-anak kelahiran 2012 hingga 2020. Melalui kegiatan tersebut, atlet-atlet usia dini diajak mengenal atmosfer kompetisi sekaligus menumbuhkan kecintaan terhadap olahraga bulutangkis sejak dini.

Vita menjelaskan, Kejurkot merupakan agenda rutin yang digelar dua kali setiap tahun sebagai bagian dari program pembinaan PBSI Kota Salatiga dan selaras dengan program PBSI pusat. Saat ini terdapat 14 klub bulutangkis aktif di Salatiga yang menjadi basis pembinaan atlet.

Menurutnya, konsistensi penyelenggaraan kejuaraan menjadi kunci lahirnya generasi atlet baru yang mampu bersaing di berbagai level.

"Kami berharap dari Kejurkot ini muncul atlet-atlet baru yang mampu berprestasi maksimal, baik di tingkat daerah, nasional, hingga internasional," katanya.

Untuk menjaga kualitas dan profesionalisme pertandingan, panitia menugaskan 20 wasit bersertifikasi tingkat provinsi sebagai perangkat pertandingan selama kejuaraan berlangsung.

Vita juga mendorong semakin banyak turnamen bulutangkis digelar di Salatiga. Namun, ia menegaskan setiap kejuaraan sebaiknya memperoleh rekomendasi dari PBSI agar pelaksanaannya terpantau, terukur, dan memiliki standar yang jelas.

"Semua kejuaraan sebaiknya mendapatkan rekomendasi PBSI agar terpantau, terukur, dan memiliki standar penyelenggaraan yang baik demi kepentingan atlet maupun penyelenggara," tegasnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Olahraga Dinas Kepemudaan dan Olahraga Kota Salatiga, Danang Budi Santoso, memberikan apresiasi atas konsistensi PBSI Kota Salatiga dalam menggelar Kejurkot sebagai wadah pembinaan prestasi.

Baca Juga: Terikat Janji Episode 74: Kedok Dipa Mulai Retak Akibat Jihan yang Semakin Bucin dan Percaya

Menurutnya, kejuaraan tersebut menjadi bukti nyata sinergi antara pemerintah daerah dan insan olahraga dalam membangun prestasi atlet.

"Kami berterima kasih kepada PBSI Kota Salatiga yang terus berkomitmen melakukan pembinaan melalui berbagai kejuaraan. Ini merupakan bentuk kolaborasi yang sangat baik untuk mendorong lahirnya atlet-atlet berprestasi dari Salatiga," ujarnya.

Dengan ratusan atlet yang bertanding dan puluhan nomor yang diperebutkan, Kejurkot Bulutangkis Salatiga tahun ini diharapkan menjadi titik awal lahirnya calon-calon juara yang kelak mengharumkan nama kota di panggung nasional maupun internasional.

Editor : Baskoro Septiadi
#vita Olivia #danang budi #kejurkot bulutangkis #bibit baru