RADARSEMARANG.ID, Salatiga - Pemberangkatan calon jemaah haji (calhaj) Kota Salatiga tahun ini diwarnai kabar satu jemaah yang harus menunda keberangkatan.
Saat pemeriksaan kesehatan di embarkasi, calon jemaah tersebut belum dinyatakan memenuhi syarat istitoah sehingga belum bisa diberangkatkan ke Tanah Suci.
Calhaj yang tertunda itu merupakan pasangan suami istri. Sang suami tetap berangkat bersama rombongan, sedangkan istrinya diminta menunggu hingga kondisi kesehatan membaik dan lolos pemeriksaan ulang.
Baca Juga: Sempat Viral di Medsos, Satpol PP Salatiga Turun Tangan Tertibkan Trotoar dan Reklame
Kepala Kantor Haji dan Umrah Salatiga Maria Ulfa menjelaskan, penundaan dilakukan demi keselamatan jemaah selama menjalani ibadah haji.
“Jika nanti hasil pemeriksaan kesehatan kembali dinyatakan istitoah, maka yang bersangkutan bisa diberangkatkan pada kesempatan berikutnya,” ujarnya.
Tahun ini, Kota Salatiga memberangkatkan total 217 calon jemaah haji yang tergabung dalam Kloter 24 bersama jemaah asal Kota Semarang. Rinciannya, 94 jemaah laki-laki dan 123 jemaah perempuan.
Dari jumlah tersebut, jemaah termuda berusia 25 tahun. Mereka adalah Taufik Aris Kurniawan, M. Najjih, Nabila Syaifudin, dan Sania Fitriyatul Muslihah. Sementara jemaah tertua berusia 84 tahun atas nama Sunarto Wasito Redjo.
Baca Juga: Muthoin: Prestasi Ini Buah Kerja Bersama, Salatiga Runner-Up Jateng
Rombongan calon jemaah diberangkatkan dari halaman Pemkot Salatiga, Selasa sore (28/4), menggunakan lima bus menuju Asrama Haji Donohudan, Boyolali. Ribuan keluarga turut mengantar dan melepas keberangkatan dari luar gerbang kompleks Pemkot.
Suasana haru mewarnai pelepasan rombongan. Tangis keluarga pecah saat bus mulai bergerak meninggalkan lokasi. Mereka berharap seluruh jemaah diberi kesehatan, kelancaran ibadah, dan pulang ke tanah air dengan predikat haji mabrur.(sas)
Editor : Baskoro Septiadi