Rumah Sepi Berbulan-bulan, Kecurigaan Warga Perumahan Idaman Salatiga Berujung Temuan Kerangka

Dhinar Sasongko • Dipublikasikan Selasa, 21 April 2026 | 20:31 WIB

 

Petugas mengevakuasi penemuan kerangka manusia di perumahan Idaman Salatiga.
Petugas mengevakuasi penemuan kerangka manusia di perumahan Idaman Salatiga.

 

RADARSEMARANG.ID, Salatiga – Keheningan sebuah rumah kontrakan di Perumahan Idaman, Kelurahan Kutowinangun Lor, Kecamatan Tingkir, Kota Salatiga, menyimpan misteri.

Selama berbulan-bulan tak berpenghuni, kecurigaan warga akhirnya membuka fakta mengejutkan: penghuni rumah ditemukan telah menjadi kerangka, Selasa (21/4).

Awalnya, warga hanya merasa janggal. Aktivitas di rumah tersebut mendadak hilang.

 Tidak ada lampu menyala, tidak ada suara, bahkan tidak terlihat penghuni keluar-masuk selama kurang lebih tujuh bulan.

Baca Juga: Hanya Karena Menolak Mandi, Remaja Putri di Semarang Dibakar Pamannya

Kondisi itu perlahan memantik kecurigaan kolektif. Hingga akhirnya, warga memutuskan menggelar musyawarah untuk memastikan keadaan. Keputusan pun diambil: rumah harus dibuka.

Dengan didampingi pemilik rumah dan aparat, seorang tukang kunci didatangkan. Saat pintu berhasil dibuka, kecurigaan warga berubah menjadi kenyataan pahit.

Kapolsek Tingkir, Kompol Daryono, mengungkapkan bahwa kerangka manusia ditemukan di dalam kamar.

“Posisinya di atas tempat tidur. Pintu kamar dalam keadaan terbuka saat ditemukan,” jelasnya.

Korban diketahui bernama Giessendra Gratama Mersingga Pakpahan, 36, warga Mangunsari, Kecamatan Sidomukti.

Tim gabungan langsung melakukan olah TKP. Hasil pemeriksaan awal tidak menunjukkan adanya tanda-tanda kekerasan.

Korban diperkirakan telah meninggal dunia sekitar tiga bulan sebelum ditemukan.

Baca Juga: 134 Santri dan Warga Keracunan, Dinkes Tunggu Hasil Laboratorium

Jenazah kemudian dievakuasi ke RSUD Salatiga untuk penanganan lebih lanjut atas permintaan keluarga.

Peristiwa ini menyisakan pelajaran penting. Kecurigaan warga yang semula dianggap sepele justru menjadi kunci terungkapnya kejadian yang lama tersembunyi.

Kepekaan terhadap lingkungan sekitar pun kembali diuji di tengah kehidupan perkotaan yang kian individualistis.(sas)

Editor : Baskoro Septiadi
penemuan kerangka manusia salatiga