RADARSEMARANG.ID, SALATIGA, Radar Semarang — Upaya diversifikasi pangan mulai digarap serius Pemkot Salatiga.
Itu terlihat dalam panen perdana sorgum dan padi kering pada pilot project pengembangan pangan alternatif, Senin (13/4).
Panen yang digelar di Balai Budidaya Ikan (BBI) Pulutan tersebut dipimpin langsung Wali Kota Salatiga bersama Sekretaris Daerah Muthoin dan Plt Kepala Dinas Pangan dan Pertanian.
Hasilnya, sorgum tampil lebih menjanjikan. Pertumbuhannya dinilai optimal dan berpotensi menjadi penopang ketahanan pangan baru, terutama untuk lahan-lahan yang selama ini belum tergarap maksimal.
“Pertumbuhan sorgum cukup baik dan berpotensi menjadi alternatif untuk memperkuat ketahanan pangan, khususnya di lahan hijau yang belum dimanfaatkan,” ujar Wali Kota.
Sebaliknya, panen padi kering belum menunjukkan hasil maksimal. Sejumlah kendala teknis masih membayangi, mulai dari serangan hama burung hingga ketidaktepatan waktu panen.
Kondisi itu menjadi bahan evaluasi dalam pengembangan ke depan. Pemkot menilai, keberhasilan program ini sangat bergantung pada perawatan serta pengawasan yang lebih intensif.
Baca Juga: Razia Gabungan Rutan Salatiga, Sapu Bersih HP dan Narkoba
“Ke depan dengan pengawasan lebih baik, hasilnya tentu bisa lebih optimal. Yang penting, pilot project ini membuktikan bahwa sorgum dan padi kering bisa tumbuh di Salatiga,” imbuhnya.
Melalui uji coba ini, Pemkot berharap sorgum tidak sekadar alternatif, tetapi berkembang menjadi komoditas unggulan baru.
Langkah tersebut sekaligus memperkuat ketahanan sekaligus mendorong diversifikasi pangan di Kota Salatiga.(sas)
Editor : Tasropi