RADARSEMARANG.ID, Salatiga - Suasana berbeda terasa di Ruang Kaloka Setda Kota Salatiga, Sabtu (7/3) sore.
Dentuman musik tradisional Tionghoa berpadu dengan nuansa Ramadan ketika Persatuan Sosial Masyarakat Tionghoa Indonesia (PSMTI) menggelar peringatan Cap Gomeh atau hari ke-15 setelah Imlek.
Tahun ini, perayaan Cap Gomeh terasa istimewa. Selain menjadi penutup rangkaian Tahun Baru Imlek, momen tersebut juga berlangsung di tengah bulan suci Ramadan.
Melalui tema "Merawat Harmoni, Meneguhkan Kebangsaan”, PSMTI menghadirkan perayaan yang tak sekadar merawat tradisi, tetapi juga mempererat kebersamaan lintas agama.
Acara dimulai sekitar satu jam sebelum waktu berbuka puasa. Para tamu yang hadir mengikuti rangkaian kegiatan sembari menunggu azan magrib.
Ketika waktu berbuka tiba, suasana hangat terasa saat peserta bersama-sama menikmati hidangan berbuka puasa yang telah disiapkan panitia.
Panitia juga menyediakan tempat khusus bagi umat muslim untuk melaksanakan salat magrib, sebelum acara dilanjutkan kembali.
Ketua Panitia, Okky Dwiyanto, mengatakan perayaan Cap Gomeh tahun ini menjadi simbol nyata toleransi di Kota Salatiga.
“Istimewanya, perayaan Cap Gomeh tahun ini bertepatan dengan suasana bulan suci Ramadan. Momen ini tidak hanya menjadi ajang pelestarian budaya Tionghoa, tetapi juga menjadi wujud nyata toleransi, kebersamaan, dan kerukunan antarumat beragama di Kota Salatiga yang kita cintai ini,” ujarnya.
Nuansa Cap Gomeh semakin terasa saat acara dibuka dengan arak-arakan barongsai yang memeriahkan ruangan. Penampilan alat musik tradisional Tionghoa seperti qing dan suling turut menghadirkan warna budaya yang kental.
Sejumlah penyanyi juga membawakan tembang-tembang dari Tiongkok yang disambut antusias para tamu.
Tidak hanya meriah, kegiatan tersebut juga sarat kepedulian sosial. Dalam kesempatan itu, panitia menyerahkan bantuan kepada sejumlah anak panti asuhan sebagai bentuk berbagi kebahagiaan.
Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua PSMTI Raharjo Pratikno, Wakil Wali Kota Salatiga Nina Agustin, serta unsur Forkopimda.
Ketua PSMTI Raharjo Pratikno menegaskan, tema yang diangkat bukan sekadar slogan, melainkan komitmen untuk terus menjaga kebersamaan di tengah keberagaman.
Menurutnya, PSMTI selama ini juga aktif dalam berbagai kegiatan sosial, seperti membantu panti asuhan dan panti wreda.
Bahkan saat musim kemarau, organisasi tersebut turut menyalurkan bantuan air bersih bagi warga yang membutuhkan, serta memberikan pendampingan bagi masyarakat kurang sejahtera di Kota Salatiga.
Raharjo juga menyampaikan harapannya pada Tahun 2026 yang dalam penanggalan Tionghoa dikenal sebagai tahun Kuda Api. Tahun ini melambangkan energi besar, kecepatan, dan semangat yang tak pernah padam.
“Mari kita jadikan energi kuda api ini sebagai kekuatan untuk berlari maju bersama. Semoga warga Salatiga senantiasa dilimpahi kesehatan, kemakmuran, dan kekuatan untuk terus menjaga toleransi di Salatiga,” ungkapnya.
Di tengah gemerlap barongsai dan hangatnya suasana berbuka puasa, perayaan Cap Gomeh di Salatiga sore itu menjadi gambaran sederhana tentang Indonesia: berbeda-beda, tetapi tetap bersama dalam harmoni.(sas)
Editor : Baskoro Septiadi