Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Tanam Karakter Rahmatan Lil Alamin Lewat Proyek Pohon Kebaikan dan Silaturahmi

Dhinar Sasongko • Selasa, 3 Maret 2026 | 23:16 WIB

Tadarus PIAUD Sesi 2 bertajuk "Implementasi P5PPRA Berbasis Nilai Panca Cinta di Bulan Ramadan: Mengembangkan Karakter Rahmatan lil Alamin", Selasa (3/3).
Tadarus PIAUD Sesi 2 bertajuk "Implementasi P5PPRA Berbasis Nilai Panca Cinta di Bulan Ramadan: Mengembangkan Karakter Rahmatan lil Alamin", Selasa (3/3).

RADARSEMARANG.ID, SALATIGA - Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) UIN Salatiga bergerak taktis merespons hangatnya diskursus implementasi P5PPRA berbasis nilai Panca Cinta.

Tak sekadar berwacana, komitmen tersebut diejawantahkan melalui helatan Tadarus PIAUD Sesi 2 bertajuk "Implementasi P5PPRA Berbasis Nilai Panca Cinta di Bulan Ramadan: Mengembangkan Karakter Rahmatan lil Alamin", Selasa (3/3).

Kepala Pusat Kurikulum dan Pembelajaran UIN Salatiga, Dewi Wulandari, M.Sn., saat memandu jalannya diskusi virtual menandaskan, PIAUD UIN Salatiga harus menjadi lokomotif dalam menavigasi kurikulum anak usia dini.

Menurutnya, momentum Ramadan merupakan fase krusial untuk menginjeksi nilai-nilai karakter pada peserta didik.

Narasumber utama, Laila Muthoharoh, S.Pd.I., M.Pd., praktisi pendidikan RA Al Murtadlo Pungkursari sekaligus pengurus IGRA Salatiga, membedah best practice (praktik baik) yang telah digulirkan di lembaganya. Salah satu inovasi yang mencuri perhatian adalah proyek “Pohon Kebaikan”.

"Kami mengaktivasi sensitivitas anak melalui proyek filantropi sederhana. Peserta didik didorong melakukan aksi kebaikan harian, lalu mendokumentasikannya pada replika pohon kebaikan. Ini stimulan agar karakter mulia tumbuh secara organik," beber Laila.

Tak berhenti di situ, penanaman adab dilakukan lewat proyek silaturahmi ke tetangga sekitar sekolah.

Anak-anak dibekali edukasi tata cara bertamu, mulai dari artikulasi salam hingga etika bertukar buah tangan alias tali asih.

"Dua proyek ini menjadi manifestasi konkret bagaimana nilai Panca Cinta diinternalisasi secara perlahan namun pasti ke sanubari siswa," tambahnya.

Laila juga menyoroti progresivitas IGRA dan Kementerian Agama dalam membumikan konsep sekolah ramah anak.

Saat ini, 31 RA di Salatiga telah mengantongi sertifikat resmi Ramah Anak.

Ia berharap, standardisasi ini menjadi pemantik bagi jenjang pendidikan tinggi untuk melakukan langkah serupa.

Di sisi lain, Ketua Prodi PIAUD UIN Salatiga, M. Agung Hidayatullah, M.Pd.I., menegaskan determinasi keberhasilan Panca Cinta terletak pada sinergitas Trias Pendidikan.

"Kuncinya kolaborasi integratif. Sekolah, orang tua, dan murid tidak boleh jalan sendiri-sendiri. Ekosistem pendidikan harus menyatu," tegas Agung saat memberikan closing statement.

Sekretaris Prodi PIAUD UIN Salatiga, Dr. MS Viktor Purhanudin, M.Pd., memastikan program edukasi ini akan terus berkelanjutan.

"Ini sesi kedua dari tiga rangkaian. Kami konsisten menyuplai gagasan yang berdampak langsung bagi kualitas pendidikan anak usia dini," pungkasnya.

Antusiasme peserta nampak dari puluhan partisipan yang memadati ruang virtual, mulai dari akademisi hingga praktisi IGRA.

Suksesnya agenda ini juga tak lepas dari tangan dingin duo mahasiswa PIAUD UIN Salatiga, Yuniza dan Sherfina, sebagai tim inti di balik layar.(sas)

Editor : Tasropi
#Prodi PIAUD #UIN Salatiga