Berita Semarang Raya Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Event Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Foto Jateng

PhysioTrack, Inovasi Mahasiswa FTEK UKSW untuk Permudah Terapi Pasca Stroke dari Rumah

Dhinar Sasongko • Rabu, 25 Februari 2026 | 18:53 WIB

PhysioTrack, Inovasi Mahasiswa FTEK UKSW untuk Permudah Terapi Pasca Stroke dari Rumah
PhysioTrack, Inovasi Mahasiswa FTEK UKSW untuk Permudah Terapi Pasca Stroke dari Rumah

RADARSEMARANG.ID, SALATIGA - Keterbatasan akses rehabilitasi masih menjadi persoalan serius bagi pasien pasca stroke di Indonesia. Tidak sedikit pasien mengalami kesulitan menjalani terapi rutin akibat jarak fasilitas kesehatan yang jauh, biaya yang tidak sedikit, serta keterbatasan tenaga medis. Berangkat dari persoalan tersebut, mahasiswa Fakultas Elektronika dan Komputer (FTEK) Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) menghadirkan inovasi teknologi bertajuk PhysioTrack: Smart Assistance for Stroke Therapy. 

PhysioTrack merupakan perangkat smart assistance yang dirancang untuk membantu pasien menjalani terapi pasca stroke secara mandiri di rumah, namun tetap terukur dan terpantau oleh tenaga medis. Inovasi ini dikembangkan oleh Gaezka Ardhika Putra, Adriel Fabian Suryoto, Benedictus Samuel, dan Bagus Satrio Wicaksono.

Melalui karya tersebut, tim FTEK UKSW berhasil meraih Juara 1 Best Team kategori mahasiswa dalam ajang nasional Samsung Innovation Campus Batch 7. Mereka bersaing dengan lebih dari 8.000 peserta dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia, termasuk Institut Teknologi Bandung (ITB), Institut Teknologi Nasional Bandung (ITENAS), Universitas Bina Nusantara (BINUS), dan Universitas Gadjah Mada (UGM).

Bagus Satrio Wicaksono menjelaskan, ide pengembangan PhysioTrack berawal dari pengalaman pribadinya ketika sang ayah mengalami stroke dan harus menjalani rehabilitasi intensif. Proses terapi yang panjang dan membutuhkan kontrol rutin menjadi tantangan tersendiri bagi keluarga.

“Kami melihat langsung bagaimana sulitnya menjaga konsistensi terapi ketika tidak selalu bisa datang ke rumah sakit. Dari situ kami berpikir, bagaimana jika ada alat yang memungkinkan terapi dilakukan di rumah tetapi tetap terpantau,” ujarnya.

Tim kemudian melakukan brainstorming, riset kebutuhan masyarakat, hingga perancangan sistem selama kurang lebih enam bulan. Prototype PhysioTrack bahkan telah diuji coba kepada salah satu pasien pasca stroke di Salatiga.

Adriel Fabian Suryoto menjelaskan bahwa PhysioTrack memanfaatkan teknologi Internet of Things (IoT) dan Artificial Intelligence (AI). Setiap gerakan terapi pasien direkam oleh sensor, kemudian data dianalisis untuk menilai tingkat ketepatan dan perkembangan latihan.

Data tersebut dapat diakses oleh dokter atau terapis sehingga pemantauan dapat dilakukan dari jarak jauh. Dengan sistem ini, pasien tetap dapat menjalani rehabilitasi secara mandiri tanpa kehilangan arahan medis.

“Karena masih dalam tahap kompetisi, alat ini berbentuk prototype. Namun keunggulannya adalah pasien dapat melakukan terapi secara rutin di rumah dengan pengawasan tenaga medis secara digital,” jelasnya.

Selain pengembangan teknologi, tim juga menyiapkan dokumentasi teknis, demonstrasi alat, serta materi presentasi sebagai bagian dari tahapan seleksi kompetisi. Gaezka Ardhika Putra menegaskan bahwa kemenangan tersebut menjadi motivasi untuk terus menyempurnakan PhysioTrack agar dapat diterapkan secara luas.

Mereka menargetkan pengembangan lebih lanjut sehingga alat ini tidak hanya berhenti sebagai prototype, tetapi benar-benar dapat dimanfaatkan oleh masyarakat, khususnya pasien pasca stroke di Indonesia.

Benedictus Samuel menambahkan, capaian tersebut tidak lepas dari dukungan dosen pembimbing dan mentor kompetisi yang memberikan arahan sejak tahap seleksi hingga pengembangan akhir produk.

Prestasi ini semakin mempertegas komitmen Universitas Kristen Satya Wacana dalam mendorong inovasi mahasiswa yang berdampak bagi masyarakat. Sebagai Perguruan Tinggi Swasta terakreditasi Unggul yang berdiri sejak 1956 di Salatiga, UKSW terus mendorong pengembangan sains dan teknologi yang selaras dengan kebutuhan nyata di lapangan.

Melalui PhysioTrack, mahasiswa FTEK UKSW menunjukkan bahwa inovasi teknologi dapat menjadi solusi konkret dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan, sekaligus membuka harapan baru bagi pasien pasca stroke untuk memperoleh pemulihan yang lebih optimal.(sas)

Editor : Tasropi
#UKSW #inovasi mahasiswa