RADARSEMARANG.ID, SALATIGA - Para winisuda periode I tahun 2026 UKSW harus memegang teguh lima kunci penting yaitu memiliki rasa ingin tahu yang tinggi, adaptabilitas, kuat dalam empati, percaya pada aturan, dan menjadi problem solver.
Hal itu dipaparkan Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah VI Profesor Dr. Ir. Aisyah Endah Palupi, M.Pd.
“Dengan memiliki lima hal tersebut, saya berharap para lulusan memberikan dampak bagi masyarakat dan selalu bergerak dengan banyak kebaikan,” imbuh Profesor Dr. Ir. Aisyah Endah Palupi.
Sementara itu, mewakili 642 lulusan, Bagus Satrio Wicaksono, S.T., lulusan Program Studi (Prodi) Teknik Elektro Fakultas Teknik Elektronika dan Komputer (FTEK) mengungkapkan rasa syukur atas perjalanan akademik di UKSW yang membuka kesempatan berkarya di dunia profesional dan pengembangan inovasi, khususnya di bidang teknologi dan robotika. Baginya, keberhasilan para lulusan merupakan buah dari doa orang tua.
“Tidak bisa dipungkiri jika tanpa adanya dukungan dari keluarga dan kerabat sekalian kami tidak bisa menjadi versi terbaik dari diri kami sekarang ini. Tanpa UKSW mungkin saya tidak bisa merasakan berkiprah di perusahaan teknologi besar di Indonesia. Tanpa UKSW mungkin saya tidak bisa bertemu saudara-saudara kita yang ada Timor Leste serta tanpa UKSW mungkin saya tidak bisa mewujudkan ide-ide di robotika,” ceritanya.
Prosesi wisuda ditutup dengan penyerahan lulusan kepada Ikatan Alumni Satya Wacana (IKASATYA) secara simbolik oleh Wakil Rektor Bidang Kerja Sama dan Kealumnian (WR KK) Profesor Yafet Yosafet Wilben Rissy kepada Ketua Pengurus Cabang Solo IKASATYA Dr. Jemmy K. Sanger, M.Div, M.Pd.K sebagai simbol dimulainya peran lulusan di masyarakat.
Turut hadir pula Direktur Urusan Agama Kristen Ditjen Bimas Kristen Kementerian Agama Republik Indonesia Luksen Jems Mayor, S.Sos., M.A.P., Bupati Kabupaten Pegunungan Bintang Spei Yan Bidana, S.T., M.Si., Wakil Bupati Kabupaten Pegunungan Bintang Arnol Nam, S.Ap., Ketua DPRD Kabupaten Pegunungan Bintang Gutinus Wasini, S.M., Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pegunungan Bintang Octoviaen Gerald Bidana S.Pd.,MPA dan Rektor Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Palangka Raya Telhalia, M.Th., D.Th.
Dalam wisuda periode ini, sejumlah lulusan dari masing-masing jenjang berhasil menorehkan prestasi membanggakan dengan meraih Indeks Prestasi Tertinggi (IPT).
Pada Program Sarjana (S1) Rochele Febeyona Elizabeth, S.I.Kom., dari Prodi Hubungan Masyarakat Fakultas Teknologi Informasi (FTI) berhasil meraih IPK 3.96.
Pada jenjang Magister terdapat delapan lulusan meraih IPK sempurna 4.00. Mereka adalah Derry Firmansah, M.H., Boyed M.C. Ratuwalu, M.H., dan Oliviani Yanto, M.H., dari Prodi Magister Ilmu Hukum Fakultas Hukum.
Dua lainnya adalah Ryan Widya Ningrum, M.M., dari Prodi Magister Manajemen dan Raica Allaeindo, M.Ak., dari Prodi Magister Akuntansi Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB). Kemudian, Michael Alan Hirdi Pukada, M.Pd., Messiana Jayati, M.Pd., serta Susi Purwandari, M.Pd., dari Prodi Magister Administrasi Pendidikan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP).
Selanjutnya pada jenjang doktor dua lulusan berhasil meraih IPT sempurna 4.00, yaitu Dr. Aniek Prasetyaningsih dari Prodi Doktor Studi Pembangunan Fakultas Interdisiplin dan Dr. Qurotul Aini dari Prodi Doktor Ilmu Komputer Fakultas Teknologi Informasi.
Wisuda Periode I Tahun 2026 menegaskan kiprah UKSW dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) yakni ke-4 pendidikan berkualitas. Wisuda ini juga menjadi wujud nyata komitmen UKSW terhadap program Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Diktisaintek) Berdampak yang selaras dengan Asta Cita 4 yaitu memperkuat pembangunan sumber daya manusia (SDM), sains, teknologi, dan pendidikan.
Sebagai Perguruan Tinggi Swasta (PTS) terakreditasi Unggul, UKSW telah berdiri sejak 1956 dengan 15 fakultas dan 64 program studi di jenjang D3 hingga S3 dengan 37 prodi terakreditasi Unggul dan A.
Terletak di Salatiga, UKSW dikenal dengan julukan Kampus Indonesia Mini, mencerminkan keragaman mahasiswanya yang berasal dari berbagai daerah. Selain itu, UKSW juga dikenal sebagai “Creative Minority” yang berperan sebagai agen perubahan dan inspirasi bagi masyarakat.(sas)
Editor : Tasropi