RADARSEMARANG.ID, SALATIGA - Universitas Islam Negeri (UIN) Salatiga terus memperkuat toleransi antar umat beragama.
Langkah ini tidak hanya slogan, melainkan dengan aksi nyata. Salah satunya adalah membuka program S2 Magister Studi Islam.
Direktur Paska Sarjana UIN Salatiga Prof. Dr. Phil. Asfa Widiyanto menjelaskan jika prodi ini nantinya memiliki kekhasan yakni program penguatan antara umat beragama.
"Lebih memperdalam Studi islam tetapi arahnya adalah pengembangan harmonisasi," jelas Prof Phil Asfa usai pembukaan acara visitasi assesment lapangan Magister Studi Islam di kampus 1 UIN.
Rektor UIN Salatiga Prof Zakiyuddin Baidhawy berharap visitasi berjalan lancar dengan semua kelengkapan dan kecukupan dipenuhi.
"Sehingga jika nanti ijin operasional segera turun mala bisa dibuka di tahun 2026. Dan akan menjadi program unggulan," ujar Prof Zakiyuddin.
Menurutnya, dengan prediksi kota Salatiga sebagai kota toleran dan tujuh tahun berturut-turut semakin menguatkan hal tersebut.
Assesment lapangan dilakukan oleh assesor dari Kemenag yakni Prof Abdul Rahman dan Prof Ramdani Wahyu Sururi.
"Kami tidak mencari kelengkapan tetapi berupaya menemukan kesungguhan dan arah ke khasan dari program studi yang baru ini," jelas Prof Ramdani.
Beberapa hal yang menjadi pantauan antara lain kurikulum, arah kekhasan, kesiapan SDM hingga visi keilmuannya.
"Program Magister Studi Islam yang diajukan ini cukup futuristik. Pengembangan ilmu yang integratif, dengan bingkai keilmuan yang memayungi seluruh umat beragama. Mendukung kota toleran," jelasnya.(sas)
Editor : Tasropi