RADARSEMARANG.ID, SALATIGA - Profesionalisme guru menghadapi tantangan yang terus berkembang. Adaptasi teknologi pembelajaran, pemerataan kompetensi, kualitas komunikasi, beban administratif, integritas dalam penilaian, hingga persoalan motivasi kerja menjadi hal yang banyak dirasakan pendidik madrasah.
Tantangan itu mendorong kebutuhan pengembangan diri secara berkelanjutan agar kualitas pembelajaran tetap sejalan dengan tuntutan zaman.
Situasi tersebut menjadi latar pelaksanaan Seminar Profesionalisme Guru dan Tenaga Kependidikan Madrasah yang tahun ini mengusung tema “Guru Berkualitas, Pendidikan Bermartabat.”
Kegiatan berlangsung di Hotel Aston Inn Rembang pada Sabtu (15/11) sebagai bagian dari program Peningkatan Mutu Pendidikan Islam (Ngopi) Kementerian Agama.
Dekan FTIK UIN Salatiga, Prof. Dr. Rasimin, M.Pd, menilai penguatan kompetensi guru merupakan kebutuhan mendesak dalam sektor pendidikan Islam.
Ia memaparkan bahwa ruang akademik seperti seminar memberi kontribusi penting bagi peningkatan kualitas pendidik.
“FTIK UIN Salatiga mendorong guru dan tenaga kependidikan untuk terus memperluas kapasitasnya. Kegiatan ini menjadi salah satu wadah untuk memperbarui pemahaman profesional. Lingkungan pendidikan harus memberi ruang bagi guru untuk berkembang,” ujarnya.
Rasimin menambahkan bahwa guru membutuhkan kesempatan memperkaya wawasan dan menyesuaikan pendekatan pembelajaran dengan dinamika pendidikan kontemporer.
Menurutnya, kecepatan perubahan menuntut pendidik memiliki kesiapan intelektual dan emosional yang kuat.
Wakil Dekan Bidang Akademik FTIK UIN Salatiga, Dr. Fathurrahman, M.Pd., menyampaikan bahwa peningkatan profesionalisme guru memerlukan kolaborasi lintas sektor agar penguatan mutu pendidikan berjalan lebih sistematis.
“Sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah, pemangku kepentingan pendidikan, serta lembaga-lembaga di daerah memberikan penguatan bagi upaya peningkatan kompetensi guru. Kerja sama seperti ini mendukung pemerataan akses pelatihan, inovasi pembelajaran berbasis teknologi, dan kebijakan pendidikan yang relevan dengan kebutuhan lapangan,” ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa kolaborasi tersebut menjadi fondasi penting dalam membangun ekosistem pendidikan Islam yang tangguh menghadapi perkembangan zaman.
Kegiatan ini diikuti ratusan guru RA, MI, MTs, dan MA, serta tenaga administrasi dan operator madrasah dari Rembang. Acara terselenggara melalui kerja sama FTIK UIN Salatiga dan Direktorat GTK Madrasah Kemenag RI.
Pada sesi pemaparan materi, Hj. Sri Wulan, S.E., M.M, Anggota DPR RI Komisi VIII, menguraikan topik “Kesejahteraan dan Perlindungan Guru Madrasah: Pilar Penting Mewujudkan Pendidikan Bermartabat.”
Wulan menegaskan pentingnya dukungan kesejahteraan yang memadai bagi pendidik madrasah.
“Guru memikul amanah besar dalam pembentukan karakter siswa. Mereka membutuhkan rasa aman dalam bekerja agar suasana belajar lebih sehat dan terarah,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa peningkatan kesejahteraan perlu berjalan seiring dengan penguatan kapasitas.
“Banyak guru memiliki kreativitas yang luar biasa. Fasilitas dan akses pelatihan perlu diperluas agar kemampuan mereka berkembang lebih optimal,” jelasnya.
Narasumber berikutnya, Dr. Alimul Muniroh, M.Ed, Rektor IAI Tarbiyatut Tholabah Lamongan, membawakan materi “Menjadi Guru Profesional di Era Digital: Integrasi Nilai Islam dan Kompetensi Abad 21.”
Alimul menyoroti pentingnya literasi digital dan kreativitas pedagogis.
Ia menyampaikan bahwa teknologi mempercepat proses belajar, sedangkan pembentukan karakter tetap memerlukan kehadiran guru.
“Teknologi tidak dapat menggantikan sentuhan manusiawi pendidik. Guru memiliki peran moral yang sangat menentukan arah perkembangan peserta didik,” ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa integrasi nilai keislaman menjadi pilar penting dalam pendidikan digital.
“Guru digital perlu memahami teknologi sekaligus membawa nilai-nilai Islam ke dalam proses pembelajaran agar tercipta generasi yang kuat secara moral dan intelektual,” paparnya.
Diskusi berjalan interaktif, memuat berbagai pengalaman lapangan dari para peserta mengenai pengelolaan platform pembelajaran, manajemen administrasi madrasah, hingga strategi membangun budaya profesional di sekolah.(sas)
Editor : Tasropi