Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Berinovasi untuk Mendidik, Guru Madrasah Harus Siap Bertransformasi

Dhinar Sasongko • Selasa, 14 Oktober 2025 | 23:13 WIB
FTIK UIN Salatiga bekerja sama dengan Direktorat Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Madrasah Kementerian Agama RI menggelar Seminar Inovasi Pembelajaran bagi Guru Madrasah, Selasa (14/10)
FTIK UIN Salatiga bekerja sama dengan Direktorat Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Madrasah Kementerian Agama RI menggelar Seminar Inovasi Pembelajaran bagi Guru Madrasah, Selasa (14/10)

RADARSEMARANG.ID, SALATIGA - Guru dituntut berinovasi agar pembelajaran tidak monoton dan mampu menyesuaikan perkembangan zaman.

Berdasarkan pentingnya hal tersebut, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) UIN Salatiga bekerja sama dengan Direktorat Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Madrasah Kementerian Agama RI menggelar Seminar Inovasi Pembelajaran bagi Guru Madrasah, Selasa (14/10), di Hotel New Merdeka, Pati.

Dekan FTIK UIN Salatiga Prof. Dr. Rasimin, M.Pd. menyampaikan pentingnya semangat inovasi dalam merancang proses belajar mengajar.

“Guru harus terus berinovasi. Inovasi adalah bentuk adaptasi terhadap perkembangan zaman,” ujarnya saat membuka acara.

Menurutnya, inovasi pembelajaran berperan besar dalam meningkatkan motivasi dan minat belajar siswa, menjawab perbedaan karakter peserta didik, serta memperkuat profesionalisme guru.

“Yang paling esensial, inovasi membuat guru lebih kreatif dan pembelajaran menjadi lebih efektif,” tambahnya.

Sebagai narasumber pertama, Hj. Sri Wulan, S.E., M.M., Anggota DPR RI Komisi VIII, menyoroti peran legislatif dalam penguatan pendidikan Islam di Indonesia.
“Peran DPR sangat penting, terutama dalam konteks inovasi pembelajaran. Melalui fungsi legislasi, DPR mendorong kebijakan pendidikan Islam yang adaptif terhadap teknologi dan metode modern seperti digitalisasi madrasah dan pesantren,” jelasnya.

Ia menambahkan, fungsi penganggaran DPR juga diarahkan untuk mendukung pelatihan guru, pengembangan platform digital, serta peningkatan sarana dan prasarana pendidikan Islam.

“Fungsi pengawasan kami pastikan agar kebijakan inovatif terlaksana merata di seluruh daerah. DPR juga menjadi jembatan antara pemerintah dan masyarakat untuk memperkuat pendidikan Islam berbasis nilai-nilai keislaman,” imbuhnya.

Narasumber berikutnya, Dr. Adri Efferi, M.Ag., Dekan Fakultas Tarbiyah UIN Sunan Kudus, menjelaskan berbagai bentuk inovasi yang bisa dilakukan guru.

“Inovasi bisa dilakukan dalam banyak hal, mulai dari metode pembelajaran, penggunaan teknologi, pengembangan media dan sumber belajar, strategi mengajar, hingga sistem penilaian,” terangnya.

Ia mencontohkan praktik baik yang dilakukan Ernisa Supiah, guru Bahasa Inggris di SLB Negeri Cicendo, Bandung.

“Ia mengajar siswa tuli dengan metode pantomim, seni bercerita melalui gerakan tubuh tanpa kata. Pendekatan ini membantu siswa memahami materi lewat ekspresi visual dan gerak, sehingga pembelajaran lebih menarik, inklusif, dan bermakna,” ungkapnya.

Salah satu peserta, Siti Rahmawati, guru Madrasah Tsanawiyah Negeri 2 Pati, mengaku mendapatkan banyak inspirasi dari seminar tersebut. Ia berbagi pengalaman inovatif yang pernah ia terapkan di kelasnya.

“Saya pernah mengajak siswa membuat vlog pembelajaran Bahasa Arab. Mereka membuat video percakapan sederhana menggunakan kosa kata yang dipelajari. Hasilnya, siswa jadi lebih percaya diri berbicara dan antusias mengikuti pelajaran,” ujarnya.

Seminar bertema “Berinovasi untuk Mendidik, Bertransformasi untuk Menginspirasi” itu diikuti ratusan guru madrasah dari jenjang MI, MTs, hingga MA se-Kabupaten Pati.

Kegiatan tersebut diharapkan dapat memotivasi guru untuk terus beradaptasi dan berkreasi dalam menciptakan pembelajaran yang relevan dengan tantangan era digital.(sas)

Editor : Tasropi
#UIN Salatiga