RADARSEMARANG.ID, SALATIGA - Kemajuan era digital yang menghasilkan aneka gawai yang semakin pintar. Namun ini dinilai mulai menggeser kebersamaan keluarga dari aktivitas bersama dan interaksi langsung.
Hal ini menjadi keprihatinan komunitas ibu Profesional Salatiga untuk menjadikan waktu keluarga lebih berkualitas.
Mereka menyelenggarakan rangkaian kegiatan keluarga betajuk Board Game Land Salatiga 2025 di Taman Cerdas Salatiga dengan mengusung tema "Reconnect Tanpa Gadget".
Ketua panitia Davina Azalia Khan menjelaskan, Board Game Land sendiri merupakan kegiatan yang dlinisasi oleh A Home Team, Ibu Profesional didukung The Human Safety Net.
Tahun ini, diselenggarakan di 32 kota se-Indonesia dengan pelaksanaannya menyesuaikan dengan karakter kota masing-masing.
"Kota Salatiga dengan bangga dan senang hati menjadi salah satu tuan rumah untuk kegiatan ini sehingga dapat mengajak para keluarga untuk bermain bersama melalui aneka permainan keluarga," terang Davina.
Diawali dengan gerak lagu bersama maskot kegiatan "Beeboo" seekor lebah yang ceria, suasana para peserta menjadi hangat. Dilanjutkan dengan mini workshop.
Pengisi workshop dari A Home Team, Ibu Profesional (pusat) yakni Ratna Palupi dan Kasihani. Kemudian partner yang menyediakan sebagian boardgame adalah Komunitas Board Game Salatiga dengan ketua Arie Setiawan.
Memasuki acara puncak "Board Game Space" yang berkolaborasi dengan komunitas
Board Game Salatiga menghadirkan tak kurang 25 permainan papan yang dimainkan
oleh hampir 100 orang dari 28 keluarga berdomisili di Salatiga dan sekitamya.
Tak hanya itu, yang menjadi momen spesial selanjutnya ialah Misi Sarang yang mengajak
para peserta untuk kembali bekerjasama dengan keluarga maupun keluarga lain dalam
memecahkan berbagai misi hingga memperoleh hadiah istimewa.
Melalui serangkaian aktivitas bermain bersama ini, para keluarga dapat berinteraksi
langsung, berbagi tawa, berkomunikasi, berstrategi, bekerjasama, bahkan belajar
bersama.
Diharapkan perasaan hangat dan lekat dapat menyelinap di hati setiap peserta. Keluarga kemudian dapat kembali terhubung (reconnected) secara nyata dan sungguh hadir sepenuh hati tanpa distraksi.
Bukan sekedar bersama, tapi benar-benar hadir untuk satu sama lain. Sehingga tercipta ketahanan keluarga yang dimulai dari
momen sederhana.(sas)